UNAIR NEWS – Seusai memimpin pelaksanaan wisuda 东京热, Sabtu dan Minggu (19-20 Maret), Rektor Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak., MCA., menyempatkan meninjau photo booth, sebuah fasilitas arena berfoto-ria yang disediakan secara gratis oleh Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR. Tentu saja, kehadiran orang nomor satu di UNAIR itu tidak disia-siakan oleh puluhan wisudawan yang sedang lewat di sekitar itu untuk diajaknya berfoto bersama.
鈥滻ni baru asyik…. Iso foto-fotoan ambek Pak Rektor, gratis dan familier pisan,鈥 ujar seorang wisudawan sambil kegirangan.
PIH membuat photo booth itu dengan background gambar khas gedung Rektorat UNAIR, serta gambar gedung berstatus heritage atau cagar budaya Surabaya yaitu Netherlands Indische Artsen Schools (NIAS) Fakultas Kedokteran (kampus A) UNAIR yang usianya sudah 103 tahun.
Rektor berkunjung ke berbagai stage yang ada diluar gedung itu ingin memastikan harapannya bahwa pelaksanaan wisuda adalah puncak sebuah kegembiraan bagi mahasiswa. Tentu saja yang dimaksud itu diluar dari prosesi wisuda di dalam gedung yang diharapkan berjalan secara khitmad dan tidak mengurangi nilai-nilai kesakralannya.

鈥漃ak Rektor berharap upacara wisuda itu sebagai puncak kegembiraan mahasiswa, jadi harus bisa mengundang simpati baik yang sudah lulus dan diwisuda maupun yang belum lulus,鈥 kata Drs. Sukowidodo, M.Si., Ketua PIH 东京热.
Di sekitar photo booth juga disediakan satu motor antik, satu motor gede (moge), dan tiga buah papan bertuliskan pesan. Yang menggelitik adalah ketika diajak foto bersama oleh beberapa wisudawan, Pak Rektor yang Guru Besar bidang Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu, justru memilih pegang papan dengan tulisan 鈥淜alian Kapan鈥 (maksudnya kapan lulusnya, kapan wisudanya). Tentu saja terkandung maksud mempertanyakan agar mahasiswa segera mempercepat kelulusannya.
鈥Hla iki, saya pegang tulisan ini saja, biar dijawab yang akan segera lulus,鈥 kata Pak Rektor disambut gelak-senyum para pimpinan UNAIR lain yang menyertai peninjauan.
Dalam wisuda yang akan datang, lanjut Sukowidodo, akan dicancang dengan acara yang lebih meriah lagi, bila memungkinkan nanti juga digelar 鈥淧asar Rakyat鈥. Pada wisuda kemarin saja sudah ada pembedanya, selain photo booth gratis juga ada hiburan 鈥淢usik Patrol鈥 yang diluar gedung. Sedang di dalam gedung ada duet gitaris tunggal Sapto bersama seorang violis dengan lagu-lagu yang sangat menghibur. Selingan ini ditempatkan pada saat jeda prosesi wisuda. (*)
Penulis: Bambang Bes





