UNAIR NEWS – Prof. R.M Coen Pramono menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran Gigi, 东京热, pada tahun 1978. Pada tahun 1984, Prof. Coen menuntaskan pendidikan magister kesehatan gigi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pendidikan spesialis bedah mulut dan maksilofasial juga ia tuntaskan di UGM.
Dia yang kini menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut UNAIR itu memiliki sejumlah penelitian yang terpublikasi pada jurnal internasional bereputasi dan puluhan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal nasional bereputasi.
Penelitian yang telah terpublikasikan secara internasional antara lain, 鈥淢andibular reconstruction using non-vascularized autogenous bone graft applied in decorticated cortical bone鈥 pada tahun 2011, 鈥淭he Osteogenic Capacity of Human Amniotic Membrane Mesenchymal Stem Cell (Hamsc) and Potential for Application in Maxillofacial Bone Regeneration in Vitro Study鈥 pada tahun 2014, dan 鈥淗ealing Mechanism and Osteogenic Capacity of Bovine Bone Mineral 鈥 Human Amniotic Mesenchymal Stem Cell and Autogenous Bone Graft in Critical Size Mandibular Defect鈥 pada tahun 2015.
Sedangkan, penelitian yang terpublikasi pada jurnal nasional bereputasi antara lain 鈥淐ytotoxicity difference聽 of 316L stainless steel and titanium reconstruction plate鈥 pada tahun 2011, 鈥淓ffect of soybean extract after tooth extraction on osteoblast numbers鈥 pada tahun 2011, dan 鈥淒egrees of chitosan deacetylation from white shrimp shell waste as dental biomaterials鈥 pada tahun 2012.
Prof. Coen memiliki dua paten alat operasi rahang. Yaitu, plat rekonstruksi rahang yang pemotongannya tanpa melibatkan sendi mandibula, dan plat rekonstruksi rahang yang pemotongannya melibatkan sendi mandibula.
Guru Besar Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG itu sudah menerbitkan empat buku yaitu 鈥淜ista Odontogen dan Non Odontogen鈥 pada tahun 2006, 鈥淥dontektomi dengan Metode Split Technique鈥 pada tahun 2006, 鈥淧enuntun Praktik Kerja Profesi Dokter Gigi鈥 pada tahun 2014, dan 鈥淧enuntun Kepaniteraan Klinik Pendidikan Profesi鈥 pada tahun 2015. (*)
Editor: Nuri Hermawan





