Perubahan harga saham di kawasan ASEAN sering membentuk pola yang berliku dan sulit diprediksi. Arus informasi yang terus berubah, mulai dari kondisi ekonomi global hingga sentimen pasar sesaat, mampu mendorong harga bergerak naik turun dengan cepat. Pola yang tidak teratur ini membuat metode konvensional sering kesulitan membaca arah pergerakan saham secara akurat. Penelitian ini menghadirkan pendekatan nonparametrik melalui estimator deret Fourier, yaitu metode yang memanfaatkan fungsi trigonometri untuk menggambarkan pola, sehingga mampu menjelaskan lebih dari 95% variasi pergerakan harga saham berdasarkan analisis terhadap 18 perusahaan terkemuka di enam negara ASEAN selama periode 2014 hingga 2024.
Penjelas / Isi Tulisan
Untuk memperoleh gambaran kondisi pasar secara menyeluruh, data yang digunakan berupa data mingguan yang mencerminkan dinamika pasar.


Data tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian, yaitu data training untuk membangun model dan data testing untuk menguji kinerja model pada data yang tidak digunakan saat pembentukan model. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan keberagaman sektor perusahaan agar hasil analisis mampu merepresentasikan kondisi pasar di kawasan ASEAN secara menyeluruh.
Melalui pendekatan Fourier, pola harga saham yang semula terlihat tidak menentu dapat diuraikan menjadi tren yang lebih jelas dan terarah. Penelitian ini juga mengembangkan model dengan menambahkan parameter gamma untuk meningkatkan kemampuan dalam menangkap pola yang lebih kompleks dan dinamis. Untuk menentukan model dengan kinerja terbaik, digunakan kriteria聽Generalized Cross Validation聽(GCV), yaitu metode yang membantu memilih model dengan kemampuan prediksi yang akurat tanpa menghasilkan model yang terlalu kompleks. Hasilnya menunjukkan bahwa model dengan fungsi sinus yang dilengkapi parameter gamma memberikan hasil paling optimal dalam merepresentasikan data.

Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini mampu menjelaskan lebih dari 95% variasi pergerakan harga saham, yang menunjukkan kemampuannya dalam menangkap tren jangka panjang. Meskipun demikian, model ini masih memiliki keterbatasan dalam menangkap perubahan harga yang terjadi secara tiba-tiba dalam jangka pendek. Dengan memahami tren utama tanpa harus terjebak pada fluktuasi harian, investor dan pembuat kebijakan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, baik dalam merencanakan strategi investasi maupun dalam menjaga stabilitas pasar di masa depan.
Penutupan / Simpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergerakan harga saham di kawasan ASEAN yang tampak tidak teratur sebenarnya mengikuti pola yang dapat dikenali dengan pendekatan estimator deret Fourier. Model ini mampu menjelaskan lebih dari 95% variasi pergerakan harga. Model yang dikembangkan, khususnya dengan penambahan parameter gamma, terbukti efektif dalam menggambarkan tren jangka panjang. Meskipun belum mampu menangkap perubahan harga yang terjadi secara tiba-tiba, pendekatan ini tetap dapat digunakan sebagai dasar analisis yang lebih stabil dan mudah dipahami. Oleh karena itu, metode ini dapat dimanfaatkan untuk membantu investor menyusun strategi investasi berbasis tren secara lebih terarah, serta menjadi dasar pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam merancang langkah yang adaptif guna menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika ekonomi kawasan ASEAN.
Nama Penulis
Dr. M. Fariz Fadillah Mardianto, M.Si.
Informasi Tambahan
Artikel ini diadaptasi dari penelitian berjudul “Clustering Sub-Districts Based on the Number of Disasters in East Java Using the Hierarchical Cluster Method” yang terbit dalam AIP Conference Proceedings.





