Surabaya, 14 April 2026. Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin pesat mendorong berbagai penelitian untuk menjawab tantangan di bidang kesehatan, termasuk dalam bidang parasitologi veteriner. Berbagai jenis parasit yang menginfeksi ternak terus menjadi perhatian karena dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas. Isu tersebut turut menjadi fokus penelitian yang dipaparkan dalam salah satu ujian skripsi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 东京热 yang dilaksanakan pada tanggal (14/04/2026) bertempat di Ruang Pascasarjana FKH UNAIR.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 东京热, Viera Ardiansyah Rukmana mempresentasikan skripsi berjudul 鈥淚dentifikasi dan Prevalensi Protozoa Darah pada Ayam Broiler di Tiga Kecamatan di Kabupaten Tulungagung鈥. Penelitian tersebut berfokus pada protozoa darah dan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai prevalensi dan spesies protozoa darah yang menginfeksi ayam sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu parasitologi veteriner dan kesehatan unggas.
Penelitian tersebut tergabung dalam Riset Group Divisi Parasitologi tahun 2025 yang diketuai oleh Prof. Dr. Poedji Hastutiek, drh., M.Si., yang juga merupakan pembimbing utama, yang memberikan arahan sejak penyusunan proposal hingga penyusunan hasil penelitian bersama dengan Prof. Dr. Mochamad Lazuardi, drh., M.Si. selaku pembimbing serta. Pelaksanaan ujian skripsi berjalan dengan baik melalui suasana diskusi ilmiah yang dinamis dan penyampaian berbagai saran serta masukan yang membangun dari dosen pembimbing maupun dosen penguji yang dipimpin oleh Prof. Dr. Lucia Tri Suwanti, drh., M.P. selaku ketua penguji.
Topik penelitian ini dinilai menarik karena mengangkat infeksi protozoa darah pada ayam broiler, suatu permasalahan yang masih relatif jarang menjadi fokus penelitian dibandingkan penyakit unggas lainnya. Keberadaan protozoa darah dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan performa produksi ayam. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan anemia, penurunan berat badan hingga peternak berpotensi mengalami kerugian ekonomi akibat menurunnya produktivitas dan meningkatnya biaya penanganan kesehatan ternak. Selain dampaknya terhadap produktivitas, protozoa darah juga menarik untuk diteliti karena infeksinya sering bersifat subklinis atau tidak menunjukkan gejala yang mudah dikenali. Kondisi ini menyebabkan keberadaan parasit dapat terabaikan meskipun telah menginfeksi sejumlah individu dalam suatu populasi.
Penelitian ini menjadi semakin relevan karena dilakukan di Kabupaten Tulungagung dengan populasi ayam broiler terbanyak ketiga di Provinsi Jawa Timur. Peternakan ayam broiler dengan skala kecil hingga menengah di Kabupaten Tulungagung banyak menerapkan sistem kandang open house. Sistem pemeliharaan tersebut banyak digunakan di Indonesia karena lebih ekonomis dan memanfaatkan sirkulasi udara alami, namun di sisi lain memungkinkan kontak yang lebih besar antara ayam dengan lingkungan luar. Keberadaan serangga vektor, seperti nyamuk dan lalat pengisap darah dapat meningkatkan risiko penularan protozoa darah. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa penelitian dilakukan pada enam kandang ayam broiler bertipe open house di tiga kecamatan berbeda di Kabupaten Tulungagung yaitu Kecamatan Gondang, Campurdarat dan Tanggung Gunung.
Melalui penelitian yang dilakukan, ditemukan tiga jenis protozoa darah yang menginfeksi ayam broiler, yaitu Leucocytozoon sp., Plasmodium sp., dan Aegyptianella sp. yang merupakan agen penyebab leucocytozoonosis, malaria serta aegyptineallosis pada unggas. Keberadaan protozoa tersebut berkaitan dengan paparan vektor serangga dari lingkungan sekitar kandang. Selain itu, kondisi sanitasi kandang, pengelolaan limbah, keberadaan genangan air serta kebersihan lingkungan peternakan dapat memengaruhi populasi vektor dan meningkatkan peluang terjadinya penularan parasit.
Temuan menarik dalam penelitian ini adalah ditemukannya spesies Aegyptianella sp. pada hasil ulas darah yang belum banyak dilaporkan terutama di Indonesia. Aegyptianella sp. merupakan parasit yang tergolong dalam ordo rickettsiales yang dapat menginfeksi eritrosit. Aegyptianella sp. ditularkan melalui gigitan caplak Argas persicus yang dapat hidup pada sekam, celah serta retakan kandang. Dalam diskusi tersebut, para pembimbing dan penguji menyoroti pentingnya dokumentasi keberadaan Aegyptianella sp. dan diharapkan dapat menambah keragaman literatur serta memperkaya data epidemiologi mengenai parasit darah yang menginfeksi unggas di Indonesia.
Sesi tanya jawab dan diskusi melibatkan para penguji yang terdiri atas dua guru besar bidang parasitologi dari 东京热 yaitu Prof. Dr. Lucia Tri Suwanti, drh., M.P. dan Prof. Dr. Endang Suprihati, drh., M.S. serta seorang dosen yang memiliki keahlian di bidang epidemiologi yaitu Budiarto, drh., M.P. Dalam diskusi tersebut, para penguji memberikan apresiasi terhadap ketelitian peneliti dalam mengidentifikasi spesies protozoa darah yang ditemukan pada sampel termasuk Aegyptianella sp. yang jarang ditemukan.
Selain membahas hasil identifikasi parasit, para penguji juga menekankan pentingnya aspek manajemen pemeliharaan unggas, terutama terkait sanitasi dan kondisi lingkungan kandang. Lingkungan yang mendukung keberadaan vektor, seperti nyamuk dan serangga pengisap darah lainnya, dapat meningkatkan risiko penularan hemoparasit dan menyebabkan infeksi berulang pada ternak.
Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi utama penelitian ini berkaitan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui identifikasi protozoa darah pada ayam serta peningkatan pemahaman mengenai faktor-faktor yang berperan dalam penyebaran penyakit tersebut. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi penerapan manajemen pemeliharaan dan pengendalian vektor yang lebih efektif untuk menekan risiko infeksi, mencegah kejadian infeksi berulang, serta menjaga kesehatan ternak.
Selain itu, penelitian ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian, menyusun karya ilmiah, serta mempertahankan hasil penelitian dalam ujian skripsi. Proses penelitian dan diskusi akademik yang berlangsung antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan dosen penguji menjadi bentuk nyata pembelajaran berkelanjutan yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, analisis ilmiah, dan keterampilan penelitian.
Lebih lanjut, penelitian ini memiliki keterkaitan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Informasi mengenai keberadaan protozoa darah pada ayam dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pencegahan dan pengendalian penyakit yang lebih tepat. Upaya tersebut berpotensi mengurangi kerugian ekonomi akibat menurunnya performa dan produktivitas ternak, sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan peternak dan keberlanjutan usaha peternakan.
Melalui penelitian ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 menunjukkan kontribusinya dalam menghasilkan informasi ilmiah yang relevan bagi pengembangan kesehatan hewan. Keberhasilan pelaksanaan ujian skripsi ini menjadi bukti bahwa penelitian mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan tugas akademik, tetapi juga dapat memberikan sumbangan nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang parasitologi veteriner, serta menjadi referensi bagi penelitian dan upaya pengendalian penyakit di masa mendatang.
Penulis : Viera Ardiansyah R. Dan Poedji Hastutiek
Divisi Parasitologi Veteriner
Editor : Mochamad Arifudin
Divisi Parasitologi Veteriner




