Surabaya, 4 Juni 2026, Bidang Parasitologi Veteriner terus mengalami berbagai perkembangan informasi, salah satu contohnya yaitu informasi terkait serangga yang berpotensi menjadi vektor penyakit pada unggas, terutama ayam broiler. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan ujian skripsi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan 东京热, Azzahra Nabilla Putri Iswahyudi, dengan skripsi yang berjudul 鈥淚dentifikasi Jenis dan Kepadatan Diptera (Nematocera) yang Dikoleksi Menggunakan Light Trap pada Peternakan Broiler di Kabupaten Tulungagung鈥.
Penelitian tersebut termasuk ke dalam Riset Group Divisi Parasitologi tahun 2025 yang diketuai oleh Prof. Dr. Poedji Hastutiek, drh., M.Si., yang juga merupakan pembimbing utama, yang memberikan arahan sejak penyusunan proposal, pengambilan sampel, identifikasi spesies, hingga penyusunan hasil penelitian bersama dengan Dr. Moh. Sukmanadi, drh., M.Kes. selaku pembimbing serta. Ujian skripsi tersebut berlangsung dengan penuh diskusi ilmiah serta masukan yang membangun dari para dosen penguji maupun dosen pembimbing dan berjalan dengan baik dibawah panduan Dr. Agus Sunarso, drh., M.Sc., selaku ketua penguji.
Topik ini menarik perhatian karena ayam broiler merupakan salah satu komoditas unggulan dari sektor peternakan, salah satunya di Kabupaten Tulungagung yang menjadi daerah dengan produksi ayam broiler tertinggi ketiga di Jawa Timur. Meskipun demikian, di Kabupaten Tulungagung sendiri masih banyak peternakan ayam broiler, khususnya peternakan skala kecil, yang menggunakan sistem kandang terbuka (open house) dan sangat bergantung dengan kondisi lingkungan sekitar kandang. Kandang ayam dengan sanitasi yang kurang baik dapat mengundang serangga yang berpotensi sebagai vektor penyakit, salah satunya dari subordo Nematocera yang menyebabkan penyakit tular vektor dengan kasus terbanyak di dunia, yaitu penyakit malaria dan dengue yang ditularkan oleh nyamuk dari famili Culicidae.
Tidak hanya itu, penggunaan light trap modifikasi juga menjadi salah satu inovasi menarik dalam penelitian ini. Light trap modifikasi dirakit secara mandiri dengan alat dan bahan yang terjangkau, sehingga diharapkan dapat diadaptasi langsung oleh peternak sebagai sarana monitoring dan pengendalian infestasi ektoparasit, khususnya dari ordo Diptera (Nematocera). Proses perancangan dan modifikasi alat ini dilakukan dengan pendampingan langsung oleh Mochamad Arifudin laboran di Laboratorium Parasitologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan 东京热. Melalui bimbingan teknis tersebut, alat yang dikembangkan mampu mengakomodasi kebutuhan penelitian lapangan sekaligus memiliki potensi untuk diaplikasikan secara praktis oleh peternak.
Selain itu, perangkap ini dilengkapi dengan atraktan yang berfungsi meningkatkan daya tarik serangga untuk mendekati perangkap. Atraktan yang digunakan berupa larutan fermentasi ragi yang dibuat dari campuran 5g ragi dan 70g yang dilarutkan dalam sekitar 1,2 liter air. Proses fermentasi tersebut menghasilkan gas karbon dioksida (CO鈧) yang diketahui efektif menarik berbagai jenis serangga, sehingga meningkatkan efisiensi pengoleksian sampel selama penelitian berlangsung.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa penelitian dilakukan pada enam kandang ayam broiler bertipe open house dengan masing-masing dua kandang pada Kecamatan Campurdarat, Gondang, dan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis spesies melalui identifikasi morfologi eksternal serangga dan mengetahui jumlah kepadatan Diptera (Nematocera).
Hasil penelitian menunjukkan jenis spesies yang berhasil diidentifkasi meliputi Culicoides arakawae, Culicoides huffi, Culicoides oxystoma, Culicoides guttifer, Culicoides flavescens, Culicoides palpifer, Culicoides minimus, Phlebotomus sp., Culex quinquefasciatus, Culex tritaeniorhynchus, Anopheles subpictus, dan Aedes aegypti yang seluruhnya merupakan ektoparasit yang dapat berperan sebagai vektor berbagai jenis penyakit yang menginfeksi unggas. Keberadaan beberapa spesies Culicoides menjadi salah satu temuan penting karena dikenal dapat menyebabkan penyakit Malaria-like disease atau leucocytozoonosis yang dapat menyerang ayam broiler akibat dari protozoa darah Leucocytozoon sp. Sementara itu, nyamuk dari famili Culicidae seperti Culex, Anopheles, dan Aedes dapat berperan menjadi vektor dari protozoa Plasmodium sp. yang dapat menyebabkan avian malaria atau malaria pada unggas.
Spesies Phlebotomus sp. juga menjadi temuan menarik lain dalam penelitian ini. Lalat Phlebotomus memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil dengan habitat spesifik yang tidak diketahui. Maka dari itu, sampel Phlebotomus yang berhasil dikoleksi dalam penelitian ini diharapkan dapat menambah sumber informasi ilmiah dan keragaman literatur. Keberagaman jenis spesies yang dikoleksi juga dapat menjadi bukti bahwa penggunaan light trap modifikasi cukup efisien sebagai alat monitoring dan pengendalian ektoparasit.
Dalam sesi tanya jawab dan diskusi, Prof. Dr. Endang Suprihati, drh., M.S., salah satu akademisi senior di bidang parasitologi veteriner dan sebagai penguji, menekankan kepentingan ektoparasit khususnya Diptera (Nematocera) yang merupakan serangga penghisap darah yang dapat berperan sebagai vektor biologis dari protozoa darah. Diskusi juga berkembang pada aspek manajemen pemeliharaan ayam broiler terutama terkait dengan manajemen kandang dan lingkungan. Penguji lain, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes, memberikan masukan dan informasi lanjut terkait faktor risiko serta upaya pencegahan penyakit yang biasa dilakukan dalam manajemen peternakan ayam broiler.
Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya pencegahan penyakit tular vektor dengan memberantas kondisi lingkungan sekitar kandang yang berpotensi sebagai tempat berkembang biak ektoparasit. Pengendalian ektoparasit yang baik juga dapat mencegah risiko penyebaran penyakit zoonosis dari hewan ke manusia. Kedua, apabila upaya pencegahan dan pengendalian ektoparasit dapat diaplikasikan dengan baik, maka dapat menekan dan menghindari adanya kerugian ekonomi akibat penurunan produksi dari ternak yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan berkaitan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).
Pada aspek pendidikan, penelitian ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) terkait kapabilitas mahasiswa dalam ujian skripsi, penyusunan skripsi, serta melakukan proses penelitian. Adanya diskusi dari dosen dalam segi akademisi dengan mahasiswa sebagai praktisi penelitian di lapangan merupakan bentuk nyata dari pendidikan berkelanjutan. mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu teori tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan akademik sebagai bekal penting di masa mendatang.
Di akhir pengujian skripsi, para penguji memberikan beragam saran serta kritik yang konstruktif untuk penyempurnaan naskah skripsi. Para penguji juga memberikan apresiasi terhadap kecermatan dan ketelatenan mahasiswa dalam melakukan identifikasi mikroskopis hingga berhasil ke tahap spesies meskipun dengan jumlah sampel yang tidak sedikit. Penguji menekankan bahwa penelitian ini memiliki kontribusi penting pada bidang parasitologi dan kesehatan ternak, khususnya ayam broiler. Data mengenai jenis dan jumlah persebaran spesies ektoparasit dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjut dan informasi ilmiah yang bermanfaat di bidang parasitologi veteriner di Indonesia.
Penulis: Azzahra Nabilla dan Poedji Hastutiek
Divisi Parasitologi Veteriner
Editor: Mochamad Arifudin
Divisi Parasitologi Veteriner




