Surabaya — Selama menjalani koasistensi di Divisi Klinik Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) ¶«¾©ÈÈ, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) berkesempatan mengikuti penanganan kasus gangguan neurologis pada seekor anjing ras Pomeranian berusia senior. Kasus ini memberikan pengalaman pembelajaran mengenai pendekatan rehabilitatif yang digunakan untuk membantu pemulihan fungsi gerak pada pasien dengan gangguan sistem saraf.
Pasien datang untuk menjalani evaluasi lanjutan setelah sebelumnya mendapatkan terapi secara berkala di bawah pengawasan dokter hewan penanggung jawab. Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, pasien menunjukkan gangguan fungsi gerak yang menyebabkan penurunan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, dokter hewan menyusun rencana terapi yang mencakup pemantauan kondisi pasien secara berkala serta pemberian terapi rehabilitatif sebagai upaya mendukung proses pemulihan.
Salah satu metode yang digunakan dalam penanganan kasus ini adalah terapi laserpuncture. Terapi tersebut dilakukan pada titik-titik tertentu yang berkaitan dengan fungsi neurologis dan muskuloskeletal pasien. Selama pelaksanaan terapi, mahasiswa PPDH berkesempatan mengamati prosedur secara langsung sekaligus mempelajari indikasi penggunaan terapi rehabilitatif pada kasus neurologi hewan kecil.
Seiring berjalannya program terapi, pasien menunjukkan perkembangan kondisi yang baik. Hasil evaluasi klinis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak dibandingkan kondisi awal saat pertama kali menjalani pemeriksaan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menilai respons pasien terhadap terapi yang diberikan.
Melalui kasus ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis penanganan pasien neurologi, tetapi juga memahami pentingnya monitoring jangka panjang dalam proses rehabilitasi. Evaluasi perkembangan pasien secara berkala menjadi bagian penting dalam menentukan keberlanjutan terapi dan menilai efektivitas tindakan yang telah dilakukan.
Keterlibatan mahasiswa dalam kasus ini memberikan pengalaman klinis yang berharga dalam memahami manajemen kasus neurologi pada hewan kecil. Selain meningkatkan keterampilan observasi dan pemahaman klinis, pengalaman tersebut juga membantu mahasiswa mengenal berbagai pendekatan terapi yang dapat digunakan untuk mendukung kualitas hidup pasien.
Kegiatan pembelajaran klinis di RSHP ¶«¾©ÈÈ ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis kasus nyata yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan.
Penulis: I G N Indria Satvika Krishna P. (161249029), PPDH Gelombang 43 Tandem 4




