Surabaya, 10 Juni 2026 – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Kedokteran Hewan ¶«¾©ÈÈ (FKH UNAIR) melaksanakan kegiatan surveilans lingkungan dan pemeriksaan vektor penyakit di kawasan Wisma Permai Tengah 1, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendeteksi faktor risiko penyakit berbasis lingkungan serta menerapkan konsep One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pemeriksaan pada sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti bak mandi, ember penampung air, talang air, tempat penampungan air hujan, serta berbagai wadah yang dapat menampung genangan air. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan larva nyamuk pada salah satu tempat penampungan air di rumah kontrakan yang berada di kawasan tersebut.
Sampel larva kemudian diambil menggunakan pipet dan dibawa untuk dilakukan identifikasi berdasarkan karakteristik morfologinya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa larva memiliki posisi tubuh menggantung membentuk sudut terhadap permukaan air serta memiliki sifon pernapasan yang relatif pendek. Ciri-ciri tersebut sesuai dengan karakteristik larva Aedes aegypti, salah satu spesies nyamuk yang dikenal sebagai vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), chikungunya, dan Zika.

Keberadaan larva Aedes aegypti menunjukkan bahwa lingkungan tersebut masih menyediakan habitat yang mendukung perkembangan nyamuk. Spesies ini diketahui lebih menyukai air bersih yang tergenang sebagai tempat bertelur. Telur yang diletakkan pada dinding wadah berisi air akan menetas menjadi larva ketika terendam air dan selanjutnya berkembang melalui beberapa stadium sebelum menjadi nyamuk dewasa.
Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa keberadaan tempat penampungan air yang tidak dikuras secara rutin menjadi salah satu faktor yang mendukung siklus hidup nyamuk. Selain itu, kondisi lingkungan yang lembap serta adanya wadah-wadah yang dapat menampung air hujan turut meningkatkan risiko perkembangbiakan vektor penyakit tersebut. Apabila tidak dikendalikan, peningkatan populasi nyamuk dapat meningkatkan risiko penularan penyakit kepada masyarakat sekitar.
Temuan ini menjadi perhatian penting mengingat Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu penyakit berbasis vektor yang sering ditemukan di Indonesia, terutama pada kawasan permukiman dengan kepadatan penduduk tinggi. Oleh karena itu, upaya pengendalian vektor melalui pengelolaan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya penularan penyakit.
Selain melakukan identifikasi larva, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada penghuni rumah mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan program 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Upaya tambahan seperti penggunaan kelambu, pemasangan kawat kasa, dan pencegahan gigitan nyamuk juga disampaikan sebagai bagian dari edukasi kesehatan masyarakat.
Kegiatan surveilans ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam melakukan identifikasi vektor penyakit, pengamatan faktor risiko lingkungan, serta komunikasi edukatif kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi calon dokter hewan yang tidak hanya berperan dalam kesehatan hewan, tetapi juga berkontribusi dalam kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit zoonotik maupun penyakit berbasis vektor.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPDH FKH ¶«¾©ÈÈ turut mendukung implementasi konsep One Health melalui deteksi dini vektor penyakit dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang sehat. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan komitmen ¶«¾©ÈÈ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui pencegahan penyakit menular, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui peningkatan kualitas sanitasi dan pengelolaan sumber air yang baik, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Penulis : Fahar Adi Raihan (Mahasiswa PPDH Gelombang 45 Tandem 1)
Editor: Mochamad Arifudin (Divisi Parasitologi Veteriner)




