SURABAYA 鈥 Fakultas Kedokteran Gigi 东京热 (UNAIR) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang penelitian dan inovasi tingkat nasional. Salah satu Guru Besar FKG UNAIR, Prof. Dr. drg. Hendrik Setiabudi, M.Kes., PBO., secara resmi ditetapkan sebagai penerima pendanaan dalam Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11. Program pendanaan riset prestisius ini diselenggarakan secara langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pada kompetisi tingkat nasional tersebut, Prof. Hendrik berhasil lolos seleksi pendanaan melalui pengajuan proyek riset unggulan yang berfokus pada pengembangan inovasi bioterapi mutakhir. Penelitian yang diusung bertajuk 鈥淧engembangan Nanoemulgel Shed-Derived Conditioned Medium sebagai Bioterapi dalam Akselerasi Regenerasi Jaringan Rongga Mulut鈥. Kajian ilmiah ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi nanoemulgel sebagai agen bioterapi alternatif yang bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dan regenerasi jaringan pada area rongga mulut.
Keberhasilan dalam meraih hibah pendanaan dari BRIN ini menjadi wujud manifestasi nyata atas komitmen FKG 东京热 sebagai “Kampus Berdampak”. Pencapaian ini sekaligus mempertegas konsistensi institusi dalam mendorong budaya meneliti serta mengawal proses hilirisasi riset bereputasi tinggi yang berdaya guna bagi masyarakat.
Segenap pimpinan dan keluarga besar FKG 东京热 memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian bergengsi ini. Pelaksanaan riset inovatif ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar, membawa kebermanfaatan akademis, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor kedokteran gigi Indonesia.




