东京热

东京热 Official Website

Global Law Lecture Series FH UNAIR Bahas Masa Depan Hukum Data dan Kecerdasan Buatan di Eropa

FH News (25/06/2026) | Fakultas Hukum 东京热 (FH UNAIR) kembali menyelenggarakan Global Law Lecture Series dengan menghadirkan akademisi dari The Fachhochschule Dortmund, Jerman, Prof. Dr. Michael Bohne. Dalam kuliah bertajuk 鈥淚ntellectual Property and Data Law: Status Quo and Tendencies鈥, Prof. Bohne mengulas perkembangan terkini regulasi data, kecerdasan buatan (AI), serta hak kekayaan intelektual di Uni Eropa yang semakin relevan bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Bohne menjelaskan bahwa data kini telah menjadi sumber daya utama dalam ekonomi digital modern. Menurutnya, strategi pasar digital tunggal Uni Eropa (Digital Single Market) dibangun atas prinsip arus bebas data yang tetap menjunjung tinggi perlindungan data pribadi sebagai hak fundamental. Uni Eropa juga berupaya membangun kedaulatan data melalui pengembangan European Data Space sebagai alternatif terhadap dominasi perusahaan teknologi global.

Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah meningkatnya nilai ekonomi data. Prof. Bohne menjelaskan fenomena zero-price economy, yaitu ketika pengguna memperoleh layanan digital secara gratis, namun sebenarnya 鈥渕embayar鈥 melalui data pribadi yang mereka hasilkan. Kondisi ini memunculkan berbagai persoalan hukum, mulai dari kurangnya transparansi mengenai nilai data pribadi hingga ketimpangan posisi tawar antara pengguna dan platform digital.

Lebih lanjut, ia menguraikan perkembangan regulasi Uni Eropa yang mulai mengakui data pribadi sebagai bentuk kontraprestasi dalam kontrak layanan digital melalui Digital Content Directive. Meski demikian, Prof. Bohne menekankan bahwa data pribadi tidak dapat diperlakukan semata-mata sebagai komoditas ekonomi karena perlindungan data merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam kerangka hukum Uni Eropa.

Topik lain yang menarik perhatian peserta adalah perdebatan mengenai kepemilikan data. Menurut Prof. Bohne, dalam perspektif hukum Jerman dan Uni Eropa, data tidak dapat dimiliki sebagaimana benda berwujud. Oleh karena itu, pendekatan hukum yang berkembang bukanlah memberikan hak milik atas data, melainkan menyediakan berbagai instrumen perlindungan hukum seperti perlindungan basis data, hukum rahasia dagang, hak cipta, serta mekanisme gugatan perdata.

Dalam sesi berikutnya, Prof. Bohne membahas implementasi EU Data Act yang menjadi tonggak penting dalam tata kelola data di Eropa. Regulasi ini memberikan hak kepada pengguna perangkat terhubung untuk mengakses data yang dihasilkan perangkat tersebut serta memungkinkan berbagi data dengan pihak ketiga guna mendorong inovasi dan persaingan yang sehat. Selain itu, Data Act juga mengatur mekanisme perpindahan layanan komputasi awan (cloud switching) untuk mencegah ketergantungan pengguna pada satu penyedia layanan tertentu.

Kuliah ditutup dengan pembahasan mengenai AI Act, regulasi kecerdasan buatan pertama yang komprehensif di dunia. Prof. Bohne menjelaskan bahwa AI Act mengadopsi pendekatan berbasis risiko (risk-based approach), yang membagi sistem AI ke dalam beberapa kategori mulai dari praktik yang dilarang, AI berisiko tinggi, risiko terbatas, hingga risiko minimal. Regulasi ini bertujuan memastikan bahwa pengembangan dan penggunaan AI tetap menghormati hak-hak fundamental sekaligus mendorong inovasi teknologi.

Selain itu, AI Act juga menempatkan perhatian besar pada tata kelola data pelatihan (training data), transparansi model AI generatif, serta kepatuhan terhadap hukum hak cipta. Namun demikian, Prof. Bohne mencatat bahwa masih terdapat sejumlah persoalan yang belum terselesaikan, termasuk akses terhadap data pelatihan dan efektivitas mekanisme opt-out terhadap praktik pengumpulan data secara massal untuk pelatihan model AI.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai arah perkembangan hukum data dan kecerdasan buatan di Uni Eropa. Diskusi tersebut juga memberikan berbagai pelajaran penting bagi Indonesia dalam memperkuat kerangka regulasi perlindungan data pribadi, tata kelola data, dan pengaturan kecerdasan buatan yang tengah berkembang pesat di era transformasi digital.

Baca Juga:

Global Law Lecture Series yang berlangsung pada 19 Juni 2026 ini menjadi bagian dari komitmen FH UNAIR dalam menghadirkan perspektif global bagi sivitas akademika. Melalui kehadiran pakar internasional seperti Prof. Bohne, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung perkembangan terkini regulasi data, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan yang saat ini menjadi perhatian utama berbagai negara di dunia.

Penulis & Editor: Masitoh Indriani

AKSES CEPAT