Kolestasis adalah gangguan aliran empedu yang menyebabkan peningkatan bilirubin dan sering terjadi pada bayi karena fungsi hati yang belum matang. Salah satu terapi yang digunakan adalah asam ursodeoksikolat (UDCA) yang dapat membantu memperbaiki fungsi hati pada kolestasis dengan menghambat proses inflamasi dan pembentukan radikal bebas. RSUD Dr. Soetomo telah menggunakan UDCA sebagai regimen standar kolestasis pada bayi, namun pemberiannya masih menjadi perdebatan, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat dan keamanannya.
Penelitian ini melihat pengaruh obat UDCA pada anak-anak usia 1鈥36 bulan dengan kolestasis di RSUD Dr. Soetomo. Dari data yang dianalisis menunjukkan bahwa UDCA terbukti secara signifikan dapat membantu menurunkan kadar bilirubin direk, terutama pada sampel kelompok usia <3 bulan. Secara umum, UDCA dapat bermanfaat sebagai terapi tambahan pada kolestasis anak untuk memperbaiki gejala klinis dan penanda laboratoris. Penyebab kolestasis pada anak terbagi menjadi intrahepatik dan ekstrahepatik. Idiopathic neonatal hepatitis (INH) dan infeksi TORCH menjadi penyebab intrahepatik kolestasis yang umum didapatkan. Sedangkan, pada kolestasis ekstrahepatik penyebab terseringnya adalah atresia bilier yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Dengan mengetahui data tersebut, diharapkan UDCA dapat menjadi pilihan terapi awal kolestasis pada bayi sebelum terlambat.
Meski begitu, penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Pada penelitian ini, kadar fungsi liver lainnya seperti serum transaminase dan bilirubin total tidak didapatkan signifikan. Banyak faktor dapat mempengaruhi hasil yang tidak signifikan ini, seperti jumlah sampel yang tidak terlalu besar, penggunaan data rekam medis lama, serta kemungkinan adanya pengaruh dari penyakit lain atau obat tambahan yang dikonsumsi pasien. Selain itu, lama pemberian obat dan waktu pemeriksaan laboratorium juga bisa memengaruhi hasil. Oleh karena itu, meskipun UDCA terlihat menjanjikan, tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya secara lebih pasti dan menyeluruh.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ursodeoxycholic acid (UDCA) dapat menjadi salah satu solusi terapi pada anak dengan kolestasis, terutama pada usia di bawah 3 bulan, karena terbukti membantu menurunkan kadar bilirubin. Dampaknya, penggunaan UDCA berpotensi mempercepat perbaikan kondisi kuning pada anak serta mencegah kerusakan hati yang lebih lanjut jika diberikan secara tepat. Namun, karena hasilnya belum sepenuhnya konsisten dan dapat dipengaruhi berbagai faktor, penggunaan UDCA tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan dipantau secara berkala, serta didukung oleh penelitian lebih lanjut agar manfaat dan keamanannya semakin jelas.
Penulis: dr. Rendi Aji Prihaningtyas, M.Ked.Klin, Sp.A
Informasi detail dari studi ini dapat dilihat pada tautan tulisan kami di bawah ini:
听丑迟迟辫蝉://10.24293/颈箩肠辫尘濒.惫32颈2.2453
Hanifah N, Setyoboedi B, Wungu CDK, Prihaningtyas RA. Alterations in Liver Biomarkers Associated with The Consumption of Ursodeoxycholic Acid at A Tertiary Hospital in Indonesia: A Retrospective Cohort Study. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 2026; 32(2): 135鈥141





