UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) menerima kunjungan benchmarking (studi tiru) dari Universitas Palangka Raya (UPR) pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang 301 Kahuripan, Kantor Manajemen Kampus MERR-C ini membahas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di UNAIR untuk bisa diterapkan di UPR.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan () dan jajarannya, pimpinan unit Indikator Kinerja Utama (IKU), serta unit pendukung di lingkungan UNAIR. Sementara itu, UPR dihadiri oleh Tim SAKIP, Betty Y, Nurfitrini Ramadhani, dan Hanna Agustha Ekawaty.
SMART sebagai Orientasi Strategi UNAIR
Ketua BPP Prof Dr Dian Ekowati SE MSi appcom OrgCh PhD menyampaikan bahwa saat ini posisi BPP sebagai badan yang melapor langsung kepada rektor dan mengoordinasikan SAKIP lintas sektor. 鈥淪ebelum adanya SAKIP, IKU sudah dimandatkan untuk menangani WCU (World Class University, red). Kami menggunakan orientasi SMART membantu untuk melihat bagaimana pengelolaan dari setiap unit dan fakultas,鈥� jelasnya.
Pengelolaan dan perencanaan kerja universitas menggunakan konsep SMART University sebagai konsep kepemimpinan dan arah strategis yang mencakup lima pilar utama. 鈥淒alam pelaksanaannya sendiri, tidak semua unit memiliki porsi yang sama dalam SMART ini. Adanya pembagian kerja yang fokus dalam masing-masing bidang menjadi penanda pemberdayaan dan pengembangan institusi yang seimbang,鈥� paparnya.
Kehadiran SAKIP membantu universitas berbenah dan membuat pekerjaan lebih mudah dan akurat. Setiap unit kerja fokus dengan konteks kerjanya masing-masing sehingga memberikan koridor yang jelas bagaimana proses pelaksanaan kegiatan universitas.
Sistem Evaluasi Mandiri dan Terpusat Universitas
Prof Dian menjelaskan bahwa UNAIR tidak menyerahkan SAKIP kepada satu unit saja. Setiap periodenya, BPP mengundang semua unit yang tergabung dan menyerahkan kontrak kinerja sebagai indikator atau target yang harus tercapai.

UNAIR menggunakan Strategic Performance Management System (SPMS) sebagai sistem mandiri untuk pengisian dan pelaporan kinerja akademik serta target institusi. 鈥淪istem ini mempercepat pelaporan kinerja. Mulai dari unit, fakultas, hingga program studi untuk memonitor capaian target triwulan serta mendukung pilar akreditasi universitas,鈥� tambahnya.
Sejumlah direktorat menjelaskan peran masing-masing dalam proses berjenjang. Direktorat Pendidikan menerjemahkan target BPP menjadi kebijakan untuk fakultas dan program studi. Direktorat Kemahasiswaan mengelola indikator kemahasiswaan secara terpusat, namun pihak fakultas tetap ikut bertanggung jawab. Lembaga Airlangga Global Engagement (AGE) juga turut mengoordinasikan kerja sama baik domestik maupun internasional yang mendukung keberlangsungan penilaian indikator kinerja. Unit-unit ini menjadi contoh bagaimana BPP bekerja tidak hanya melalui satu pintu saja.
Prof Dian juga membahas hubungan antara target dan anggaran. UNAIR menyelaraskan keduanya melalui budget gearing dan target gearing pada triwulan keempat. Ia mencontohkan target sekitar 7.000 publikasi yang BPP pecah ke per triwulan lalu turun ke fakultas. 鈥淜ami tidak ingin targetnya kecil tetapi anggarannya besar atau sebaliknya. Kami juga tidak sekadar menghemat, tetapi mengoptimalkan anggaran supaya tujuan tercapai,鈥� ujarnya.
Terkait sanksi, UNAIR tidak menerapkan hukuman formal. 鈥淜etika target tidak tercapai, maka di tahun selanjutnya target yang ditetapkan tetap sama seperti sebelumnya. Tetapi ketika mencapai target, untuk tahun selanjutnya target yang diberikan juga naik,鈥� pungkasnya.
Penulis: Qurrota A鈥檡uni Latifa
Editor: Yulia Rohmawati





