UNAIRNEWS – 东京热 (UNAIR) kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperluas jejaring riset internasional. Dalam rangkaian kunjungan akademiknya di Jepang, FKM UNAIR menggelar pertemuan ilmiah strategis bersama dua mitra strategis di Kyoto University, yaitu School of Public Health dan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS).
Agenda utama dari pertemuan ini adalah memperkenalkan riset grup (research group) serta para peneliti unggulan FKM UNAIR, sekaligus menjadi wadah bagi masing-masing pusat studi untuk mempresentasikan fokus riset mereka. Langkah itu diambil guna mengevaluasi kerja sama yang telah berjalan erat sekaligus memetakan kolaborasi riset yang berkelanjutan di masa depan.
Sesi pemaparan ilmiah dari delegasi UNAIR dipimpin langsung oleh Wakil Dekan III Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja Sama FKM UNAIR, Mahmud Aditya Rifqi, SGz MSi PhD dengan presentasi bertajuk Global Mobility & International Program 2026 Faculty of Public Health.
Dalam presentasinya, ia memaparkan peta jalan riset grup FKM UNAIR yang berfokus pada isu-isu kesehatan masyarakat di Indonesia, seperti intervensi gizi, pencegahan stunting, kesehatan lingkungan, hingga manajemen kebijakan kesehatan. Pemaparan ini disambut antusias oleh para peneliti Kyoto University karena membuka banyak peluang irisan riset komparatif yang kaya antara kedua negara.
Sinergi Lintas Disiplin Ilmu Bersama Pakar Dunia
Mahmud menyampaikan bahwa pertemuan itu menjadi sangat produktif berkat kehadiran para akademisi dan peneliti utama dari Kyoto University yang memaparkan riset berjalan di pusat studi masing-masing. Dari School of Public Health Kyoto University, hadir Dr. Ayako dan Dr. Habo yang membagikan pandangan global mereka mengenai tren kesehatan masyarakat serta promosi kesehatan.
Sementara itu, dari perspektif studi kawasan dan multidisiplin, Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University menghadirkan Dr. Yidhil Oppini dan Dr. Chika Yamada. Keduanya memaparkan fokus kajian sosial-kesehatan dan dinamika masyarakat di Asia Tenggara, yang sangat relevan dengan riset lapangan yang selama ini digarap oleh FKM UNAIR.
Melalui pertukaran ide yang intensif ini, ketiga institusi sepakat bahwa tantangan kesehatan global di era modern tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan interseksional dan kolaborasi lintas negara yang kokoh.
Komitmen Melanjutkan Kerja Sama Masa Depan
Pertemuan yang berjalan produktif tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus melanjutkan dan memperluas implementasi kerja sama di masa depan. Kolaborasi ke depan direncanakan tidak hanya terbatas pada penelitian bersama (joint research), melainkan juga perluasan program mobilitas internasional bagi dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah bersama pada jurnal internasional bereputasi.
Sebagai simbol eratnya kemitraan, seluruh delegasi berfoto bersama sembari menunjukkan cinderamata khas di akhir sesi diskusi. Kunjungan strategis ini menjadi bukti nyata bahwa FKM UNAIR terus melangkah mantap di kancah internasional guna mendukung visi 东京热 menjadi World Class University yang memberikan dampak nyata bagi peradaban dunia.





