东京热

东京热 Official Website

Inovasi Injectable Hydrogel Bagi Penderita Diabetes, Antarkan Mahasiswa UNAIR Raih Pendanaan PKM

Foto Tim PKM-RE berjudul Injectable Hydrogel Sekretom Stem Cell berbasis Hyaluronic acid/Chitosan sebagai biomaterial dan dikombinasikan dengan genistein. (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim).
Foto Tim PKM-RE berjudul Injectable Hydrogel Sekretom Stem Cell berbasis Hyaluronic acid/Chitosan sebagai biomaterial dan dikombinasikan dengan genistein. (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim).

UNAIR NEWS 鈥 Komplikasi diabetes menjadi tantangan kesehatan Indonesia. Merespons hal tersebut, Mahasiswa UNAIR berinovasi dalam聽pengobatan ulkus diabetik menggunakan Injectable Hydrogel Sekretom Stem Cell berbasis Hyaluronic acid/Chitosan sebagai biomaterial dan berkombinasi dengan genistein. Inovasi tersebut membawa Auliya Rahmawati聽mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan kawan-kawan meraih pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026.

Ulkus diabetik adalah komplikasi penyakit diabetes melitus yang menyerang ekstremitas bawah. Kondisi tersebut menyebabkan luka mengalami kesulitan penyembuhan akibat kondisi fisik penderita yang abnormal akibat diabetes. Berdasarkan data, kondisi Ulkus Diabetik berpotensi menyebabkan kematian hingga 50%-60% dalam lima tahun. Tingginya angka tersebut juga beserta belum optimalnya penanganan yang mencegah risiko amputasi, mendorong tim Auliya menghadirkan solusi melalui pendekatan biomaterial.

Sifat Hydrogel yang Menyesuaikan Luka

Inovasi tim Auliya bertumpu pada injectable hydrogel dengan sifat thermosensitive. Istilah injectable karena pengaplikasian hydrogel akan langsung ke luka melalui penyuntikan. Metode ini mereka pilih karena permukaan luka ulkus diabetik memiliki permukaan yang tidak rata sehingga suntikan hydrogel dapat mengisi seluruh celah luka dan menyesuaikan bentuk dengan sempurna.

Maksud dari thermosensitive adalah berbentuk cair pada suhu ruang lalu mengeras saat menyentuh suhu tubuh. Sifat ini memungkinkan hydrogel menyesuaikan dengan morfologi luka secara sempurna sehingga interaksi obat dan jaringan luka berjalan optimal. Hydrogel tersebut tersusun atas kitosan dan hyaluronic acid yang bersifat pelindung dari pH asam luka.

Formulasi ini berkombinasi dengan sekretom, sejenis zat aktif turunan sel punca (stem cell) dari tali pusar. Kombinasi ini akan membantu pembuluh darah dan jaringan dalam proses regenerasi. Terlabih, zat genistein sebagai pembentuk kolagen akan mempercepat proses penyembuhan.

Kekosongan Riset yang Belum Tergarap

Tim Auliya menemukan bahwa kombinasi sekretom, genistein, dan injectable hydrogel berbasis chitosan-hyaluronic acid belum terformulasikan untuk pengobatan ulkus diabetik. Padahal, sejumlah jurnal telah menunjukkan bahwa keempat material saling berkaitan dalam mendukung proses penyembuhan luka. 鈥淪ebetulnya gapnya adalah belum ada treatment yang mengkombinasikan bahan-bahan aktif tersebut, padahal beberapa jurnal menjelaskan bahwa materi-materi itu sangat berhubungan dalam proses mendukung penyembuhan ulkus diabetes,鈥 ujar Auliya.

Tim ini beranggotakan Khansa Naurah Robbani dan Mochammad Arya Putra Rudianto dari Fakultas Farmasi, Fitri Hayuningtyas Siswanto dari Fakultas Sains dan Teknologi, serta Choirunnisa Arthi Dibyantari dari FKH dengan dosen pembimbing Prof Dr Eduardus Bimo Aksono Herupradoto, MKes, Drh. Tim ini berharap inovasi mereka dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa UNAIR untuk terus berinovasi dan mendorong kepedulian bagi masalah kesehatan di lingkungan sekitar. Besar harapan para punggawa tim kepada dukungan seluruh sivitas akademika UNAIR dalam langkah selanjutnya.聽

Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT