东京热

东京热 Official Website

Dorong Inovasi Kebijakan Gizi, FKM UNAIR Gandeng Kyoto University dan UM Malaysia Lakukan Kolaborasi Riset Internasional

UNAIRNEWS 聽– terus memperluas kontribusi akademisnya di kancah global. Melalui tim peneliti yang diketuai oleh Prof Dr Thinni Nurul Rochmah, Dra Ec MKes, FKM UNAIR tengah menjalankan kolaborasi riset internasional dalam bentuk feasibility study (studi kelayakan) program Kodomo Shokudo (Kantin Anak). Proyek strategis itu melibatkan kemitraan lintas negara antara Kyoto University (Jepang), Universiti Malaya (UM – Malaysia), dan FKM UNAIR.

Prof Thinnimengatakanbahwa feasibility study itu berfokus pada analisis mendalam mengenai peluang adopsi, modifikasi, dan keberlanjutan model intervensi gizi berbasis komunitas. Seperti Kodomo Shokudo untuk diimplementasikan di Indonesia dan Malaysia.

鈥淗ingga bulan ini, penelitian intensif tersebut tercatat telah berjalan sukses selama enam bulan terakhir,鈥 paparnya.

Sebagai bagian penting dari perkembangan riset, Prof Thinni menjelaskan bahwa tim FKM UNAIR melakukan pertemuan akademik dengan tim peneliti dari Kyoto University. Kedua belah pihak saling mempresentasikan hasil temuan awal, evaluasi instrumen riset, dan analisis hambatan serta peluang yang ditemukan di lapangan sepanjang enam bulan ke belakang.

鈥淪uasana diskusi yang hangat namun sarat akan substansi ilmiah ini menghasilkan banyak manfaat untuk belaborasi kedepannya. Pertemuan ini menjadi jembatan krusial untuk menyamakan persepsi, memperkuat metodologi, serta merumuskan rekomendasi untuk melangkah ke tahap studi berikutnya di masing-masing negara mitra.鈥

Sementara itu, Prof Thinni menyampaikan bahwa tim FKM UNAIR tidak hanya melakukan kajian teoretis melainkan juga melakukan riset gabungan. Mereka mendatangi salah satu titik Kodomo Shokudo di Jepang guna mempelajari best practice dari program kesejahteraan anak yang bersandar pada kekuatan komunitas ini.

Menurutnya,Kodomo Shokudo merupakan inisiatif berbasis relawan di Jepang yang menyediakan makanan bergizi gratis atau dengan harga sangat terjangkau bagi anak-anak. Utamanya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu atau sering menghabiskan waktu makan sendirian. Melalui kunjungan lapangan, tim peneliti mempelajari skema manajemen rantai pasok makanan, standar kecukupan gizi, mekanisme sukarelawan, ruang aman bagi interaksi sosial anak.

鈥淭im mendapatkan perspektif nyata mengenai bagaimana solidaritas komunitas mampu menjadi pilar utama dalam menyelesaikan isu ketahanan pangan dan kesehatan mental anak usia sekolah,鈥 tuturnya.

Prof. Thinni menuturkan bahwa hasil studi kelayakan itu diproyeksikan mampu melahirkan draf cetak biru (blueprint) kebijakan intervensi gizi berbasis komunitas yang adaptif untuk Indonesia. Program itu harapannya dapat membantu menekan angka malnutrisi dan memperbaiki kualitas hidup anak-anak dari keluarga rentan di tanah air.

Sinergi apik antara FKM UNAIR, Kyoto University, dan Universiti Malaya selama enam bulan terakhir ini merupakan wujud nyata komitmen UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 (Tanpa Kelaparan), poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT