UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) bersama Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) terus berupaya membangun branding UNAIR kepada masyarakat agar dikenal secara nasional maupun internasional. Sejalan dengan tujuan tersebut, PHMP hadirkan Pelatihan Manajemen Krisis 2026, Memperkuat Ketangguhan Institusi dalam Penanganan Isu dan Reputasi. Krgiatan ini berlangaung pada Jumat (22/5/2026) di Auditorium Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama, Kampus MERR – C UNAIR.听 听
Dalam sambutannya, Ketua PHMP UNAIR, Dr Pulung Siswantara SKM MKes menekankan bahwa kesadaran akan manajemen krisis merupakan cara untuk menjaga demokrasi nyata. Ia menilai bahwa media sosial berkembang dengan semakin cepat. 鈥淭idak perlu bilang besok, hari ini kita mengunggah sesuatu, siang atau sorenya sangat mungkin berubah lagi. Nah, pelatihan ini hadir untuk kita belajar bersama dan bekerja sama membangun branding UNAIR dengan lebih baik kedepannya,鈥 ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan perlu adanya kolaborasi antara seluruh fakultas dan pimpinan universitas. Hadirnya dua narasumber ahli menjadi salah satu upaya mewujudkan kolaborasi tersebut. 鈥淜ami hadirkan bapak Jimmy dan bapak Hafidz agar kita bisa tahu langkah terbaik untuk meminimalisasi risiko untuk menghadapi konflik yang terjadi,鈥 imbuhnya.

Pentingnya Manajemen Kritis
Sejalan dengan ketua PHMP UNAIR, dalam sambutan Sekretaris UNAIR, Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt menilai pentingnya penguatan manajemen kritis di seluruh unit kerja seiring meningkatnya reputasi dan eksposur UNAIR di tingkat nasional maupun internasional. Ia menyebut branding kampus mulai menunjukkan hasil, terlihat dari meningkatnya minat pendaftar di berbagai fakultas. 鈥淐apaian ini memberikan tantangan besar dalam menghadapi dinamika media sosial dan berbagai isu publik yang dapat memengaruhi reputasi UNAIR,鈥 jelasnya.
Menurutnya, setiap fakultas dan unit kerja perlu mampu mengelola isu secara terukur dan profesional, tanpa mengabaikan posisi UNAIR sebagai institusi pemerintah sekaligus ruang kebebasan akademik. 鈥淪emakin tinggi ranking UNAIR dan semakin tinggi prestasi UNAIR, tentu berita-berita dan dinamika di media sosial juga akan semakin besar. Karena itu pengelolaan isu dan peristiwa di unit kerja perlu mulai kita cermati bersama,鈥 pesannya.

Perkuat Kolaborasi
Menutup sambutannya, Prof Dwi berharap pelatihan ini dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi seluruh unit kerja dalam menghadapi berbagai isu maupun krisis komunikasi di lingkungan kampus. Ia menilai penanganan persoalan tidak bisa dibebankan hanya kepada pimpinan universitas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. 鈥淪aya berharap semuanya bisa belajar dari narasumber, kemudian mulai mengelola peristiwa-peristiwa yang ada di unit kerjanya dengan lebih baik. Supaya, kemajuan itu bisa tumbuh secara bersama-sama,鈥 harapnya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





