东京热

东京热 Official Website

MOG UNAIR Tembus Scopus, Perkuat Jejak Publikasi Obstetri dan Ginekologi

Majalah Obstetri dan Ginekologi (MOG) UNAIR secara resmi berhasil indeks Scopus (Foto: LPJPHKI)

UNAIR NEWS 鈥� Majalah Obstetri dan Ginekologi () UNAIR secara resmi berhasil indeks Scopus, Senin (21/9/2026). Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang MOG dalam meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal sekaligus memperluas kontribusi publikasi ilmiah di bidang obstetri dan ginekologi.

Editor in Chief MOG, Prof Dr dr Hendy Hendarto Sp OG Subsp FER menjelaskan bahwa jurnal tersebut telah berdiri sejak 1991. Pada awalnya, MOG menjadi media publikasi hasil penelitian peserta didik spesialis Obstetri dan Ginekologi. Seiring perkembangannya, MOG terus memperluas cakupan penulis hingga menerima publikasi dari berbagai institusi di Indonesia.

Sebelum terindeks Scopus, MOG telah terindeks SINTA 2 dan Directory of Open Access Journals (DOAJ). Upaya untuk memperoleh indeksasi Scopus sebelumnya telah dilakukan pada 2022, tetapi belum berhasil. Kondisi tersebut menjadi evaluasi bagi tim pengelola untuk melakukan pembenahan. Terutama dalam memperkuat fokus jurnal dan meningkatkan kualitas pengelolaan editorial.

鈥淚ni perjuangan besar karena sekarang tidak hanya publikasi untuk para peserta didik spesialis Obstetri dan Ginekologi, tetapi dari mana-mana juga. Kalau kita lihat, hampir sebagian besar ini berasal dari luar UNAIR yang publikasi di sini,鈥� ujar Prof  Hendy.

Prof Dr Hendy Hendarto, editor in chief Majalah Obstetri dan Ginekologi (MOG) UNAIR (Foto: Humas UNAIR)

Guru Besar Fakultas Kedokteran () itu mengatakan dalam proses berbenah, MOG turut memperluas keterlibatan akademisi dari luar Indonesia. Prof Hendy menyebut terdapat sekitar 19 anggota dalam tim editor, dengan sekitar sembilan editor berasal dari luar negeri. MOG juga melibatkan reviewer dari luar negeri dalam proses peer review. Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memenuhi standar jurnal internasional.

Lebih lanjut, Prof Hendy menegaskan bahwa kualitas editorial menjadi hal yang perlu dijaga setelah MOG terindeks Scopus. Setiap artikel yang masuk harus melalui proses peer review dan dinilai oleh reviewer yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Seleksi tersebut dilakukan untuk memastikan artikel yang diterbitkan memenuhi standar dan mampu menjaga mutu jurnal.

鈥淧谤辞蝉别蝉 editorial review itu sangat luar biasa, sangat memakan waktu dan itu yang dinilai oleh Scopus, apakah sesuai atau tidak. Karena itu, kita harus benar-benar mempertahankan dan selalu menjaga mutu kualitas jurnal ini,鈥� jelasnya.

Prof Hendy mengajak mahasiswa S1, S2, S3, hingga peserta pendidikan dokter spesialis untuk tidak berhenti setelah menyelesaikan penelitian. Menurutnya, publikasi menjadi bagian penting agar hasil penelitian dapat dibaca dan dikembangkan oleh akademisi lainnya.

鈥淚lmu tidak pernah berhenti. Teman-teman S1, S2, S3, spesialis itu harus melakukan riset. Tidak boleh berhenti setelah riset selesai, tetapi publikasi tidak dilakukan dan dibiarkan begitu saja,鈥� pungkas Prof Hendy.

Ke depan, keberlanjutan MOG tidak hanya bergantung pada pencapaian indeksasi, tetapi juga pada konsistensi dalam menjaga proses editorial, kualitas peer review, serta regenerasi pengelola jurnal. Melalui upaya tersebut, MOG diharapkan dapat terus bertahan dan memperkuat kontribusinya dalam perkembangan ilmu obstetri dan ginekologi.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT