东京热

东京热 Official Website

Melalui SOBY, Pakar UNAIR Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dengan Gaya Hidup Aktif

Pakar sekaligus Dosen Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Dr Sri Widati SSos MSi saat menjelaskan materi pada kegiatan SOBY (Foto: Istimewa)
Pakar sekaligus Dosen Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Dr Sri Widati SSos MSi saat menjelaskan materi pada kegiatan SOBY (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kesehatan yang utuh tidak hanya sebatas fisik yang bebas dari penyakit, melainkan mencakup lima dimensi, yakni kesehatan fisik, psikis, sosial, ekonomi, dan spiritual. Fakta medis menunjukkan bahwa 71 persen penyebab kematian secara global diakibatkan oleh penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes. 

Pakar sekaligus Dosen Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku UNAIR, Dr Sri Widati SSos MSi menjelaskan terkait konsep lima dimensi hingga pentingnya ekosistem sosial serta kesehatan mental masyarakat. Ia menekankan bahwa lima dimensi saling terhubung. 鈥淐ontohnya keuangan akibat utang berbunga tinggi pada akhirnya akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik,鈥 ungkapnya saat kegiatan Masterclass for Facilitator pada Sabtu (13/6/2026) di ruang Majapahit, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa – B 东京热 (UNAIR).聽

Langkah Praktis Mulai Muter

Dr Widati menekankan bahaya gaya hidup mager bagi tubuh. Menurutnya, hal ini dapat memicu sindrom metabolik, ancaman penyakit kronis di usia muda, hingga merusak fungsi organ. 鈥淭erlalu banyak duduk itu menumpuk lemak, sehingga dapat menekan pankreas dan mengganggu sistem metabolisme tubuh. Selain itu, gula darah yang beredar bebas karena tidak diserap otot melalui aktivitas fisik. Hal ini dapat merusak ginjal, mata, jantung, dan pembuluh darah secara perlahan tanpa disadari,鈥 jelasnya.聽

Lebih lanjut, Dr Widati memberikan beberapa tips aktivitas fisik yang efektif seperti durasi minimal pembakaran, pentingnya rasa senang, hingga menyesuaikan dengan usia dan kondisi. 鈥淛angan biarkan tubuh dalam posisi duduk terus-menerus, mulailah membangun rutinitas olahraga dengan target 30 menit sehari. Lakukan aktivitas sederhana seperti naik-turun tangga, jalan kaki, atau jogging,鈥 imbuhnya.聽

Cara Efektif Mengurangi Dooomscrolling

Sejalan dengan Dr Widati, selaku pembicara ketiga, Abdul Manaf Isa membahas bahwa kebiasan scrolling terus-menerus marak terjadi. Ia menyoroti jebakan algoritma dan dorongan Fear of Missing Out (FOMO). Ia menilai rasa penasaran dan ilusi bisa mengontrol keadaan justru membuat kita semakin tenggelam dalam pusaran informasi yang buruk. 鈥淧ada kesehatan mental, paparan konten negatif yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, kelelahan emosional, hingga trauma sekunder,鈥 paparnya.

Perlu adanya langkah proaktif untuk melepaskan diri dari jeratan doomscrolling. Menurutnya, memanfaatkan fitur pembatasan waktu layar di aplikasi media sosial menjadi cara ampuh untuk mengontrol durasi penggunaan. 鈥淪ebisa mungkin terapkan mindfulness saat memegang ponsel. Kalau kita sudah sadar mulai melihat layar ponsel untuk mencari konten negatif, segera tahan keinginan tersebut dan simpan HP kita agar pikiran tidak semakin kewalahan,鈥 tegas Manaf. 

Penulis: Putri Andini 

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT