¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

LKMM-TD FEB Cetak Mahasiswa Organisatoris yang Kompeten dan Solutif

287 mahasiswa FEB UNAIR tengah berdinamika dalam ruang pelatihan LKMM-TD 2026, Sabtu (23/5/2026). Sebelum menerima materi inti kepemimpinan dan manajemen konflik, seluruh peserta diwajibkan menyelesaikan ujian pre-test digital secara berkala. (Foto: Marsyavina Firza Utami)

UNAIR NEWS – LKMM-TD UNAIR kembali diselenggarakan. Berbeda dari tahun sebelumnya, LKMM-TD FEB kali ini terselenggara di Aula Fadjar Notonegoro, Gedung FEB Kampus Dharmawangsa-B pada Sabtu (26/5/2026). Kegiatan tersebut menekankan pada kemampuan komunikasi timbal balik antara pemateri dan peserta.

Pelatihan dasar manajemen tersebut mengombinasikan ujian pre-test guna memetakan pemikiran manajerial mahasiswa sebelum memasuki dunia organisasi mahasiswa. Sebagai bentuk luaran konkret, sebanyak 287 peserta wajib menyelesaikan tugas resume materi serta pembuatan proyek video keorganisasian.

Guna menyukseskan skema tersebut, FEB berkolaborasi dengan Asisten Pemandu LKMM UNAIR Tommy Hani Tria Putra untuk mengawal standarisasi pelatihan. Tommy menjelaskan bahwa perubahan format acara ini merupakan langkah adaptif dari hasil evaluasi kepelatihan sebelumnya.

“Saya menyadari bahwa LKMM-TD selama ini hanya berjalan satu arah. Agar lebih sesuai dengan Standar LKMM, maka diadakannya pre-test dan juga post-test untuk mengukur kemampuan mahasiswa, serta ada awarding untuk menaikkan motivasi,” ungkap Tommy.

Materi pertama membahas mengenai prinsip-prinsip dasar kepemimpinan oleh dosen FEB UNAIR yaitu Luthfi Nur Rosyidi SE MM. Menurut Luthfi Nur Rosyidi, kepemimpinan sangat penting untuk membangun pondasi diri yang kuat, berkarakter, serta memiliki integritas tinggi dalam menggerakkan sebuah roda organisasi kampus.

Foto bersama dosen pemateri Dr Dien Mardhiyah SE MSi dengan para Peserta LKMM-TD FEB UNAIR 2026 pada sesi akhir materi Etika dan Komunikasi Antar Unit Kerja. (Foto: Marsyavina Firza Utami)

Proses ini bermula dari pemahaman individu mengenai cara memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan internal kampus. Selain itu, pengembangan kapasitas personal menjadi kunci utama agar mahasiswa mampu menghadapi dinamika keorganisasian dengan bijak.

Di samping itu, ketika menakhodai sebuah organisasi, mahasiswa perlu memperhatikan aspek keteladanan sikap, kedekatan emosional yang sehat antar-fungsionaris, serta konsistensi visi demi menciptakan keharmonisan kerja di dalam tim.

“Pemimpin yang baik harus memberikan dampak yang positif dan juga lasting impression kepada para anggotanya,” ungkap Luthfi Nur Rosyidi SE MM.

Materi berikutnya mengenai komunikasi efektif dan penerapan etika dibawakan oleh dosen FEB UNAIR Dr Dien Mardhiyah SE MSi. Menurutnya, keterampilan komunikasi serta pemahaman etika sangat penting untuk menjembatani penyampaian pesan antarfungsionaris organisasi secara terarah. Melalui penyampaian gagasan yang tepat kepada pihak internal maupun eksternal, mahasiswa dapat memperkuat profesionalisme serta menyelaraskan koordinasi di dalam tim.

“Mahasiswa harus memahami esensi komunikasi yang efektif sejak dini agar seluruh eksekusi program kerja ormawa dapat berjalan secara terstruktur dan minim miskomunikasi,” ungkap Dr Dien Mardhiyah SE MSi.

Serangkaian materi LKMM-TD yang interaktif dan berbasis luaran konkret ini harapannya mampu membawa dampak signifikan bagi ekosistem kampus. Melalui evaluasi pre-test serta penugasan komprehensif, LKMM-TD FEB UNAIR 2026 harapannya dapat mencetak kader mahasiswa organisatoris yang kompeten, kritis, dan solutif.

Penulis: Marsyavina Firza Utami

AKSES CEPAT