UNAIR NEWS – Kelompok Studi (KS) pada Program Studi Biologi ¶«¾©ÈÈ menyelenggarakan kegiatan KS Collaboration (KSC) MSC (Microbiology Study Club) x Banyu pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Ekowisata Mangrove Gunung Anyar, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut menjadi wadah kolaborasi akademik bagi mahasiswa untuk mempelajari keanekaragaman hayati ekosistem mangrove melalui kegiatan observasi dan sampling lapangan.
KSC MSC x Banyu merupakan program kolaboratif yang bertujuan meningkatkan pemahaman anggota mengenai teknik sampling lapangan, identifikasi organisme, serta keterkaitan komponen biotik dalam ekosistem mangrove. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan metode penelitian yang relevan dengan bidang kajian masing-masing kelompok studi sekaligus memperluas wawasan mengenai pentingnya pelestarian ekosistem mangrove.
Eksplorasi Gastropoda dan Lichen sebagai Objek Kajian
Pada pelaksanaannya, anggota KS Banyu melakukan sampling di wilayah perairan dengan fokus pengamatan dan pengambilan sampel gastropoda. Organisme tersebut merupakan salah satu komponen penting dalam ekosistem mangrove yang kerap digunakan sebagai salah satu bioindikator kondisi lingkungan. Sementara itu, anggota KS MSC melakukan sampling di wilayah daratan dengan mengidentifikasi dan mendokumentasikan keberadaan lichen. Keberadaan lichen sendiri diketahui memiliki peran penting sebagai indikator kualitas lingkungan karena sensitivitasnya terhadap perubahan kondisi habitat.
Kegiatan ini didampingi sekaligus diisi oleh Dr. Moch. Affandi, M.Si. sebagai pemateri. Dalam sesi diskusi lapangan, beliau memberikan penjelasan mengenai karakteristik organisme yang diamati, teknik sampling sederhana di lapangan, serta pentingnya penelitian biodiversitas sebagai dasar pengelolaan dan konservasi lingkungan yang berkelanjutan.
Selain menjadi sarana pembelajaran lapangan, pelaksanaan KSC MSC x Banyu juga mendukung pelaksanaan Pelatihan dan Pengembangan Penelitian Lapangan (P3L) yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di kelas dengan pengalaman praktik secara langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis dalam pengambilan dan analisis sampel, tetapi juga meningkatkan kemampuan observasi, kerja sama tim, serta pemecahan masalah berbasis lingkungan.
Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG[1] [2] 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, SDG 14 (Life Below Water) melalui kajian organisme perairan dan pelestarian ekosistem pesisir, SDG 15 (Life on Land) melalui pengamatan keanekaragaman hayati daratan dan upaya konservasi lingkungan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antarorganisasi mahasiswa dalam mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian.
Melalui kolaborasi antara MSC dan Banyu, diharapkan mahasiswa Biologi ¶«¾©ÈÈ dapat semakin memahami pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mempelajari ekosistem. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Penulis: Tiara Fattimatu Zahra





