¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

FPK UNAIR Kenalkan Budidaya Lele Sistem RAS dan Aquaponik di Siswa SDN 1 Keputran

UNAIRNEWS – Kajian Keilmiahan Mahasiswa (KAKEMA) Fakultas Perikanan dan Kelautan ¶«¾©ÈÈ berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA JUARA) FISIP ¶«¾©ÈÈ dalam pelaksanaan Program Sekolah Inspirasi di SDN 1 Keputran, Surabaya. Kolaborasi ini menghadirkan edukasi budidaya ikan lele menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dan Aquaponik sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan edukasi menghadirkan dua dosen dari Fakultas Perikanan dan Kelautan ¶«¾©ÈÈ, yaitu Muhammad Hanif Azhar, S.Pi., M.Si., Ph.D. dan Nina Nurmalia Dewi, S.Pi., M.Si. Keduanya menyampaikan materi mengenai konsep dasar budidaya ikan lele menggunakan sistem RAS dan Aquaponik, teknologi yang memanfaatkan proses penyaringan dan sirkulasi ulang air sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, kualitas air tetap terjaga, sedangkan aquaponik mengintegrasikan budidaya ikan dengan tanaman dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan perkembangan teknologi di bidang akuakultur.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi komponen sistem RAS dan Aquaponik, diskusi, dan sesi tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung, khususnya saat siswa mengamati secara langsung cara kerja sistem budidaya dan proses pemeliharaan ikan lele.

Kepala Sekolah SDN 1 Keputran menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dilakukan oleh kedua organisasi mahasiswa tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi KAKEMA Fakultas Perikanan dan Kelautan bersama HIMA JUARA ¶«¾©ÈÈ dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif bagi siswa. Melalui edukasi budidaya lele dengan sistem RAS dan Aquaponik, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang perikanan, tetapi juga belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Kami berharap kerjasama seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi peserta didik.”

Ketua KAKEMA juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengenalkan inovasi akuakultur kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

 “Melalui Sekolah Inspirasi, kami ingin memperkenalkan bahwa budidaya perikanan dapat dilakukan dengan teknologi yang ramah lingkungan dan efisien. Edukasi sistem RAS dan Aquaponik menjadi salah satu cara untuk mengenalkan inovasi akuakultur kepada siswa sejak dini sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.”

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui edukasi berbasis praktik, SDG 2 (Zero Hunger) dengan pengenalan budidaya lele sebagai upaya mendukung ketahanan pangan, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui penerapan sistem RAS yang efisien dalam penggunaan air, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui sistem aquaponik yang ramah lingkungan. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi organisasi mahasiswa ¶«¾©ÈÈ dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Aditya Jayawardhana Ramadhani

AKSES CEPAT