UNAIR NEWS 鈥 Pendidikan adalah pangkal dari kemajuan sebuah bangsa. Bangsa yang besar tentu akan menjadikan pendidikan sebagai prioritasnya. Tak terkecuali Indonesia, yang menempatkan salah satu tujuan negara dengan frasa 鈥渕encerdaskan kehidupan bangsa鈥 dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Untuk itu, beragam cara dilakukan untuk memajukan pendidikan. Salah satunya lewat mengajar di daerah 3 T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Ismi Choirunisa salah satu peserta Ksatria Maritime Project dari jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 东京热 menceritakan kesannya mengajar di SDN 4 Sidogentung Batu Pulau Gili.
Ismi merasa bahagia dan terharu. Bahagia karena bisa berbagi ilmu dan pengalaman ke anak-anak di SDN 4 Sidogentung Batu. Dan terharu karena di tengah keterbatasan fasilitas, akomodasi, dan tenaga pengajar, mereka tetap semangat bersekolah. Meski sekadar bertemu teman sebaya dan mendapat porsi materi pelajaran yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan di Pulau Jawa.
鈥淜arena setiap harinya jam pelajaran sering kosong, dan masuk kelasnya sering kali siang. Tapi itu tak membatasi semangat mereka untuk belajar,鈥 ujar mahasiswa asal Banyuwangi tersebut.
Kesan yang Tak Terlupakan
Selama 3 hari mengajar, Ismi membahas materi pelajaran tematik dan sisanya diisi dengan 鈥渒elas ceria鈥 mulai dari menyanyi, games, dan kelas cita-cita.
鈥淪angat salut dengan mereka ketika mengumpulkan kertas impian. Tak segan mereka bercita-cita sebagai hafidz Al Qur鈥檃n, pilot, dokter, nelayan, dan guru untuk membahagiakan kedua orang tuanya,鈥 terang Ismi.
Ismi mengaku mendapat pelajaran yang berharga dan tidak terlupakan dalam hidup karena berkesempatan untuk hadir di tengah-tengah mereka. Ia terinspirasi oleh kesederhanaan anak-anak Gili dalam mensyukuri hidup, semangat mereka menuntut ilmu, serta kebersahajaan mereka dengan alam sekitar.

Tak jarang ketika pulang sekolah, Ismi diajak anak-anak ke bukit untuk mencari mangga di hutan, mencari semut, dan bercerita riang mengenalkan pulau Gili.
Ketika sore, Ismi diajak ke rumah mereka, sekadar duduk memakan buah-buahan, minum kelapa muda, dan makan jambu air.
Salah satu kesan yang tak terlupakan adalah lagu setempat. Ismi bercerita, ketika di kelas anak-anak pernah menyanyikan lagu berjudul 鈥淕ili Pulauku鈥.
鈥Gili pulauku e.. Gili bumiku, Gili pulauku e.. Gili bumiku, Lirik-lirik e.. jangan melirik, Lama-lama e.. bisa tertarik,鈥澛 pungkas Ismi sambil menirukan lagu tersebut. (*)
Penulis : Fariz Ilham Rosyidi
Editor聽聽聽 : Binti Q. Masruroh





