东京热

东京热 Official Website

Intervensi Apoteker dalam Meningkatkan Pengetahuan, Kepatuhan dan Luaran Klinis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Pradialisis.

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penyakit ginjal kronis (PGK) sering hadir dengan berbagai komorbid dan komplikasi yang menimbulkan beban perawatan kesehatan global yang signifikan. Berbagai intervensi oleh apoteker telah dilakukan untuk meningkatkan manajemen pasien PGK pradialisis. Namun, bukti kuantitatif laporan yang komprehensif masih terbatas.

Tulisan ini bertujuan melakukan review dan mengevaluasi efek intervensi yang dilakukan oleh apoteker terhadap luaran klinis, kepatuhan pengobatan, pengetahuan pasien, dan masalah terkait obat (DRP) pada orang dewasa dengan PGK pradialisis.

Metode pencarian sistematis di laman PubMed, Scopus, Web of Science, dan Crossref (2010鈥�2024) dilakukan sesuai dengan pedoman item pelaporan untuk tinjauan sistematis dan meta-analisis (PRISMA). Uji coba terkontrol acak (RCT) dan studi kuasi-eksperimental yang memenuhi syarat disertakan. Meta-analisis dilakukan menggunakan RevMan 5.4.1.

Hasil menunjukkan terdapat dua belas studi (4.945 pasien) disertakan pada review. Intervensi dilakukan melalui konseling langsung, konseling via telepon, program pelatihan berbasis web, informasi via leaflet mencakup pemahaman  PGK, penggunaan obat, diet, gaya hidup, pentingnya kepatuhan, interaksi obat, pendosisan, efek samping obat komunikasi dengan dokter terkait penyesuaian dosis dan perhatian obat nefrotoksik. Intervensi oleh apoteker secara signifikan menurunkan  Prolema Terkait Obat (mean difference: -0,23; 95% CI: -0,37 hingga -0,08; p=0,002) dan meningkatkan pengetahuan pasien (perbedaan rata-rata: 0,80; 95% CI: 0,64鈥�0,95; p<0,001). Tidak ada perubahan signifikan yang diamati pada laju filtrasi glomerulus yang diperkirakan, tekanan darah, atau kepatuhan pengobatan.

Disimpulkan bahwa intervensi oleh apoteker mengurangi masalah terkait obat dan meningkatkan pengetahuan pasien pada PGK pradia颅lisis. Namun, tidak ada perubahan signifikan yang diamati pada eGFR, tekanan darah, atau kepatuhan pengobatan. Secara klinis, apoteker membantu mencegah kejadian buruk dan meningkatkan kepatuhan, mendukung kualitas perawatan jangka panjang. Studi di masa mendatang hendaknya meneliti apakah intervensi kombinasi, termasuk dukungan gaya hidup dan diet, dapat memberikan manfaat pada hasil klinis terukur.

Penulis: Prof. Dr. Budi Suprapti, dra., M.Si.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/pharmacist-led-intervention-in-pre-dialysis-chronic-kidney-diseas/

AKSES CEPAT