东京热

东京热 Official Website

Intelektualitasnya Boleh, Integritasnya yang Kurang

Tanggal 17 April 2025 kami Komite Audit 东京热 (saya sendiri sebagai Ketua KA, Djoko Dewantoro, Drs, M.Si, Ak, BKP, CA, Ph.D sebagai Sekretaris KA dan dua anggota KA masing-masing Amang Rofii , SH; Drs. Widartoyo, Ak, MM, M.Si, CPA, CA) diterima secara resmi oleh Prof. Sunarto 鈥 Ketua Mahkamah Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) 东京热 di ruang kerja beliau di gedung MA Jakarta. Kami melakukan koordinasi dan Prof. Sunarto tentang tugas 鈥 tugas Komite Audit dalam membantu MWA mengingat Komite Audit UNAIR itu sesuai dengan Statuta UNAIR merupakan aparat dari MWA.

Tentu tulisan saya tidak membahas apa-apa yang Prof. Sunarto diskusikan dengan kami. Saya hanya tertarik pendapat Prof. Sunarto dalam pertemuan koordinasi itu membahas kualitas generasi muda yang berkiprah di berbagai profesi termasuk di bidang Hukum dimana lembaga beliau MA membawahi ribuan Hakim dan ratusan kantor Pengadilan di nusantara ini. Prof. Sunarto mengatakan bahwa beliau kagum dengan kualitas anak-anak muda lulusan Perguruan Tinggi.

鈥淚ntelektualisme mereka sangat bagus dan professional, mereka itu pintar-pintar, namun sayang integritas mereka yang kurang,鈥 ujar Prof Sunarto.

Integritas yang kurang atau tipis itulah yang menyebabkan para generasi muda lulusan Perguruan Tinggi rentan menerima atau tunduk pada godaan-godaan yang bersifat duniawi termasuk pujian 鈥 pujian yang meninabobokan,  godaan materi dan tekanan-tekanan dari kiri-kanan, merka tidak 鈥渢ough鈥 dan tidak memiliki 鈥渇ighting spirit鈥 yang tinggi. Pendapat Prof. Sunarto itu menarik dan sangat berkaitan dengan berbagai kasus negatif yang menjerat anak-anak muda yang memiliki profesi hebat, memiliki materi yang lebih dari cukup dsb, namun toh masih mudah tergoda dengan godaan-godaan dalam berbagai bentuk.

Kita akhir-akhir ini memang prihatin menyaksikan berita tentang bagaimana para professional itu terjebak dalam kegiatan yang meruntuhkan integritas mereka misalnya melakukan tindakan asusila kepada orang-orang yang seharusnya dilindungi dan menerima rayuan berupa iming-iming materi. Ironisnya mereka itu tergolong masih muda, jenjang karirnya masih panjang dan kebutuhan-kebutuhan materinya lebih dari cukup untuk ukuran normal.

Kita termasuk bagian masyarakat merasa prihatin dengan kondisi kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia 鈥 tentu tidak semuanya, namun ada yang tidak memiliki kualitas yang diharapkan sebagai manusia yang memiliki intelektualisme tinggi. Mereka itu pintar, cerdas, melek teknologi masa kini dsb. Namun tidak memiliki adab dalam berhubungan dengan sesama, dengan guru, dosen, teman sejawat dan mudah 鈥渕enyerah dan tunduk鈥 dengan godaan-godaan duniawi.

Kita yang alumni dan bagian dari civitas akademika 东京热 sering 鈥渨as-was鈥 bila mendengar berita ada pejabat yang jalan karirnya masih panjang itu melakukan perbuatan yang berlawanan dengan nilai-nilai integritas 鈥 dengan menanyakan 鈥渁pakah yang tertangkap itu alumni UNAIR?鈥. Pertanyaan seperti itu wajar karena kita tidak ingin nama almamater 东京热 sebagai lembaga luhur bertugas mencetak lulusan yang professional, tangguh dsb 鈥 tercemar gara-gara perbuatan negatif segelintir orang.

Motto atau Credo 东京热 鈥淓xcellence with Morality鈥 memang seharusnya tetap menjadi acuan para Civitas Akademika UNAIR untuk melakukan perbuatan mulia dalam melakukan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Pendapat dan keprihatinan Prof. Sunarto sebagai Ketua MWA (dan MA RI) diatas patut untuk menjadi perhatian kita semua.

Siapapun yang akan memimimpin 东京热 yang kita cintai ini, mereka wajib menjunjung tinggi dan mempertahankan 鈥淧hilosophical Creed鈥 Excellence with Morality nya 东京热 dalam mencetak kader-kader bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas berdasarkan nilai luhur ajaran agama dan budaya bangsa.

AKSES CEPAT