东京热

东京热 Official Website

FST UNAIR Pererat Kolaborasi Internasional dengan Mahidol University lewat Newton 2.0

Delegasi program Newton 2.0 mengunjungi ke Rumah Kompos di Kampus C UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Sains dan Teknologi () 东京热 (UNAIR) resmi membuka program Nurturing Environment Well-being Through Opportunities and Networking (NEWTON) 2.0, Senin (20/7/2026). Acara bertajuk NEWTON x SDGs + MaPS ini menjadi ajang strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global serta membangun jejaring akademik lintas negara.

Pembukaan yang berlangsung khidmat dihadiri oleh pimpinan fakultas serta delegasi mahasiswa dari Mahidol University. Kehadiran delegasi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi global yang berorientasi pada penyelesaian masalah lingkungan dan sosial di masa depan.

Setelah sesi pembukaan, agenda berlanjut dengan campus tour di Kampus Dharmawangsa-B dan Kampus MERR-C UNAIR. Di Kampus Dharmawangsa-B, delegasi Mahidol University mengunjungi International Corners. Mereka mengenal lebih dekat pusat informasi studi global yang tersedia di UNAIR sebagai wadah pertukaran budaya dan informasi akademik internasional. Kunjungan ini sangat relevan dengan tujuan program untuk membuka cakrawala mahasiswa mengenai peluang kolaborasi riset dan mobilitas pelajar antarnegara.

Puncak dari rangkaian kegiatan adalah kunjungan ke Rumah Kompos di Kampus MERR-C UNAIR. Di lokasi ini, mahasiswa mempelajari sistem pengelolaan limbah organik yang dikelola secara sistematis. Praktik nyata ini merupakan implementasi langsung dari SDG 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Dengan melihat langsung proses pengolahan limbah menjadi pupuk, para mahasiswa menyadari bahwa keberlanjutan bukan hanya konsep teoritis. Melainkan tindakan nyata yang bisa dilakukan di lingkup kampus.

Lebih jauh, kolaborasi lintas negara ini secara kolektif mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Sinergi antara mahasiswa UNAIR dan Mahidol University menjadi wadah pertukaran ide yang relevan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Prof Dr Fatmawati MSi, Wadkil Dekan III FST, menegaskan bahwa meski institusinya telah mencatatkan prestasi membanggakan sebagai peringkat satu dunia dalam SDG 3, semangat untuk terus berkembang tidak pernah surut. 鈥淜ami ingin belajar lebih banyak mengenai target SDG lainnya. Mahidol University adalah contoh luar biasa bagi kami. Melalui pertukaran pengalaman ini, kami berharap dapat memperkaya perspektif untuk kontribusi yang lebih besar di masa depan,鈥 tutupnya.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi internasional yang inklusif merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan global. Dengan mengintegrasikan sains, praktik lingkungan, dan semangat kemitraan, NEWTON 2.0 harapannya menjadi katalisator bagi terciptanya solusi masa depan yang lebih hijau, inovatif, dan berkelanjutan bagi komunitas global.

Penulis: Jeremia Surya

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT