Fakultas Psikologi ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) terus berkomitmen memperluas jejaring internasional melalui berbagai program kolaborasi dan mobilitas akademik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi Valina Khiarin Nisa, M.Psi., Psikolog, selaku Faculty Ambassador sekaligus Kepala Program Internasional Fakultas Psikologi UNAIR, dalam Erasmus+ International Staff Week yang diselenggarakan oleh University of Warsaw, Polandia, pada 15–18 Juni 2026.
Kesempatan mengikuti program ini bermula ketika Valina memperoleh informasi mengenai Erasmus+ International Staff Week melalui laman Airlangga Global Engagement (AGE). Ketertarikannya terhadap program mobilitas internasional akhirnya terwujud setelah dipercaya mewakili ¶«¾©ÈÈ untuk mengikuti kegiatan tersebut di University of Warsaw.
Keikutsertaan Valina dalam program ini sejalan dengan perannya dalam mendukung internasionalisasi Fakultas Psikologi UNAIR. Selama mengikuti Erasmus+ International Staff Week, ia berkesempatan membangun jejaring dengan perwakilan dari 28 universitas di berbagai negara. Melalui berbagai sesi diskusi dan networking, peserta saling bertukar pengalaman mengenai pengembangan kerja sama internasional sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi akademik di masa mendatang.
Selain mengikuti agenda resmi yang diselenggarakan oleh International Relations Office (IRO) University of Warsaw, Valina juga mengadakan sejumlah pertemuan dengan akademisi Fakultas Psikologi University of Warsaw, di antaranya Dr. Monika Prusik, Dr. Dorota, dan Dr. Wouter de Raad. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama, seperti penyelenggaraan guest lecture, program visiting fellow, peluang postdoctoral bagi dosen ¶«¾©ÈÈ, hingga pengembangan penelitian kolaboratif antara kedua institusi.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai workshop yang mengangkat tema penguatan kemitraan internasional, komunikasi lintas budaya, kesejahteraan tenaga kependidikan, serta kolaborasi yang inklusif di lingkungan perguruan tinggi. Bagi Valina, salah satu pembelajaran yang paling berkesan adalah pentingnya membangun hubungan profesional yang didasarkan pada kepercayaan, empati, dan nilai-nilai bersama.
“Kolaborasi internasional yang berkelanjutan tidak hanya dibangun berdasarkan reputasi institusi, tetapi juga melalui hubungan yang tulus, saling percaya, dan saling menghargai,” ungkapnya.
Selain memperoleh pengalaman akademik, Valina juga mengamati berbagai praktik baik yang diterapkan University of Warsaw dalam menyambut peserta internasional. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan peserta, keramahan panitia, serta komitmen terhadap inklusivitas menjadi salah satu hal yang paling mengesankan selama mengikuti program tersebut.
Pengalaman tersebut memberikan inspirasi untuk terus memperkuat budaya hospitality dalam pelaksanaan berbagai program internasional di Fakultas Psikologi UNAIR. Tidak hanya memastikan proses administrasi berjalan dengan baik, tetapi juga menciptakan pengalaman yang nyaman dan bermakna bagi setiap mitra internasional yang berkunjung ke UNAIR.
Program Erasmus+ International Staff Week juga menghasilkan berbagai rencana tindak lanjut yang akan memperkuat kerja sama antara Fakultas Psikologi UNAIR dan University of Warsaw. Beberapa di antaranya meliputi penyelenggaraan guest lecture bersama akademisi University of Warsaw, pengembangan penelitian kolaboratif, peluang program postdoctoral bagi dosen, serta penguatan mobilitas dosen dan mahasiswa.
Di sela-sela kegiatan, Valina juga berkesempatan mengenal sejarah dan budaya Polandia melalui kunjungan ke sejumlah destinasi, seperti Warsaw Old Town, Warsaw Uprising Museum, Museum Fryderyk Chopin, Zachęta National Gallery of Art, Ujazdowski Castle, dan Kebun Raya University of Warsaw. Pengalaman tersebut semakin memperkaya pemahamannya mengenai keberagaman budaya yang menjadi salah satu nilai penting dalam program Erasmus+.
Menutup pengalamannya, Valina berharap keikutsertaannya dalam Erasmus+ International Staff Week menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara Fakultas Psikologi UNAIR dan University of Warsaw.
“Saya berharap pengalaman ini tidak berhenti sebagai program mobilitas selama satu minggu, tetapi menjadi awal dari kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, baik melalui guest lecture, penelitian kolaboratif, visiting fellowship, maupun program internasional lainnya,” tutupnya.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Fakultas Psikologi ¶«¾©ÈÈ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, SDQ 17 (Partnership for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional, serta SDG 10 (Reduced Inequality) dengan mendorong kolaborasi lintas budaya yang inklusif dan berkelanjutan.




