Organisasi publik saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk bekerja lebih cepat, lebih transparan, dan lebih adaptif. Kepolisian tidak terkecuali. Di tengah perkembangan teknologi digital, perubahan regulasi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan dan penegakan hukum, kemampuan tim kepolisian untuk beradaptasi menjadi faktor yang menentukan keberhasilan organisasi. Pertanyaannya, apa yang membuat sebuah tim kepolisian mampu beradaptasi dan tetap berkinerja tinggi di tengah perubahan yang terus berlangsung?
Penelitian terbaru yang dilakukan pada 105 tim kepolisian dengan 673 responden di lingkungan Kepolisian Daerah Kalimantan menunjukkan bahwa jawabannya terletak pada kemampuan anggota tim untuk berbagi pengetahuan (team knowledge sharing). Pengetahuan tidak hanya berupa informasi formal yang tertulis dalam prosedur kerja, tetapi juga pengalaman lapangan, strategi penyelesaian kasus, hingga cara menghadapi situasi yang kompleks dan tidak terduga.
Selama ini banyak organisasi berfokus pada teknologi, struktur organisasi, atau kebijakan baru sebagai solusi peningkatan kinerja. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor manusia tetap menjadi elemen utama. Ketika anggota tim secara aktif berbagi pengalaman, ide, dan keahlian, mereka membangun pemahaman bersama mengenai tugas, tantangan, dan tujuan organisasi. Kondisi ini memungkinkan tim bergerak lebih cepat dan lebih selaras dalam menghadapi perubahan.
Studi ini menggunakan perspektif Shared Mental Model, yaitu gagasan bahwa anggota tim yang memiliki pemahaman bersama akan lebih mudah berkoordinasi, memprediksi tindakan rekan kerja, dan mengambil keputusan secara efektif. Dalam konteks kepolisian, kesamaan pemahaman menjadi sangat penting karena banyak tugas memerlukan respons cepat, koordinasi lintas fungsi, dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan regulasi maupun modus kejahatan yang terus berkembang.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan mampu meningkatkan tiga bentuk kapabilitas perubahan tim. Pertama, learning capability atau kemampuan belajar, yaitu kemampuan tim menyerap dan memanfaatkan pengetahuan baru. Kedua, process capability, yaitu kemampuan mengelola proses perubahan melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang efektif. Ketiga, context capability, yaitu kemampuan menciptakan iklim kerja yang mendukung perubahan dan inovasi.
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan berbagi pengetahuan akan semakin kuat ketika anggota tim memiliki collective efficacy atau keyakinan bersama bahwa mereka mampu menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan secara kolektif. Tim yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap kemampuan bersama cenderung lebih terbuka dalam berbagi informasi, lebih siap membantu rekan kerja, dan lebih berani menghadapi perubahan.
Implikasi temuan ini sangat relevan bagi organisasi publik di Indonesia. Peningkatan kinerja tidak selalu harus diawali dengan investasi teknologi yang mahal. Organisasi dapat memulai dengan membangun budaya knowledge sharing melalui diskusi rutin, evaluasi kasus, pembelajaran berbasis pengalaman, dan penguatan kolaborasi antaranggota tim. Langkah sederhana tersebut dapat menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang lebih adaptif.
Penelitian ini juga memberikan pelajaran penting bahwa perubahan organisasi pada akhirnya bukan hanya persoalan kebijakan atau struktur, melainkan persoalan manusia. Ketika anggota tim saling percaya, saling belajar, dan saling berbagi pengetahuan, organisasi akan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Dalam konteks kepolisian, kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan kinerja internal, tetapi juga berpotensi memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di era ketidakpastian saat ini, organisasi yang mampu mengelola pengetahuan secara efektif akan memiliki keunggulan yang sulit ditiru. Bagi institusi kepolisian maupun organisasi publik lainnya, membangun budaya berbagi pengetahuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan bahwa perubahan dapat dikelola dengan baik dan kinerja organisasi terus meningkat.
Penulis:
Agung Kurnia Putra, Wahyu Eko Pujianto, Mohammad Fakhruddin Mudzakkir, Fendy Suhariadi, dan Juansih
Informasi artikel asli:
The Impact of Team Knowledge Sharing and Change Capabilities on Team Performance in Policing: A Team-Level Analysis. European Research on Management and Business Economics, Volume 32 (2026), Article 100314.





