Nyeri panggul dapat terjadi karena berbagai faktor diantaranya inflamasi atau peradangan pada jaringan otot di daerah tersebut. Pada ibu hamil pasca melahirkan, hal ini cukup sering dilaporkan dan memerlukan penanganan yang tepat. Nyeri yang terjadi dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu diperlukan pilihan terapi non-medikasi yang tepat agar dapat mengurangi rasa nyeri yang menghambat aktifitas harian tersebut.
Telah dilaporkan sebelumnya di beberapa publikasi ilmiah bahwa latihan fisik yang teratur dan dengan metode tertentu dapat mengurangi nyeri, meskipun hasil yang didapatkan sangatlah bervariasi. Target otot yang dituju pada berbagai metode latihan fisik tersebut juga berbeda-beda, sehingga mekanisme berkurangnya nyeri pada kasus-kasus nyeri panggul pasca melahirkan masih diperdebatkan. Pada ibu hamil utamanya memasuki akhir trimester 2 sampai periode mendekati masa kelahiran (24-36 minggu), jaringan lunak di daerah lumbal dan pelvis mengalami peregangan karena pengaruh hormonal guna persiapan melahirkan. Adanya proses perubahan ini sering menimbulkan nyeri lumbo-pelvik yang pada 8-20% kasus dilaporkan menetap selama 2 tahun bahkan setelahnya. Hal ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat karena nyeri dapat mengganggu rutinitas harian dan menurunkan kualitas hidup seseorang serta membatasi mobilitasnya.
Untuk itu kami melakukan studi telaah sistematik terhadap publikasi ilmiah yang dimuat di beberapa basis data ilmiah termasuk Pubmed, Science Direct, Scopus dan Web of Science dari rentang waktu 2014-2025 untuk menganalisis metode latihan fisik otot-otot aksial tubuh dibandingkan dengan metode konvensional standar tanpa menargetkan otot-otot aksial tubuh yang diterapkan pada penderita keluhan ini. Otot-otot aksial tubuh tersebut meliputi otot perut dan punggung tengah bagian dalam serta otot-otot dasar panggul (transversus abdominal, multifidus, pelvic floor muscles).
Dari total 286 artikel, dilakukan filtrasi sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi untuk mendapatkan hasil yang spesifik sesuai tujuan penelitian hingga akhirnya 3 artikel yang memenuhi kedua kriteria tersebut ditelaah secara sistematik. Dari ketiga artikel tersebut, total 130 kasus nyeri lumbo-pelvik pasca melahirkan (kurang dari 6 bulan) yang telah menjalani latihan fisik stabilitas otot-otot aksial dengan berbagai macam metode dianalisis. Didapatkan bahwa latihan fisik yang melibatkan gerak otot aksial selama 6-12 minggu sebanyak 3-5 kali per minggu secara signifikan dapat menurunkan nyeri yang dirasakan oleh para pasien bila dibandingkan dengan terapi konvensional tanpa menargetkan otot-otot aksial tubuh tersebut. Latihan stabilitas otot-otot aksial tubuh tersebut dapat memperbaiki fleksibilitas jaringan dan mengurangi ketegangan otot bagian dalam pada area lumbo-pelvik, sehingga dapat mengurangi nyeri melalui penurunan tekanan mekanis pada jaringan saraf dan pembuluh darah sekitar. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lanjutan dengan melibatkan sampel populasi yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih obyektif terhadap efek latihan fisik otot-otot aksial dengan metode stabilitas tersebut dibandingkan dengan gerakan latihan senam konvensional.
Penelitian kami telah diterbitkan pada jurnal ilmiah internasional bereputasi dan dapat diunduh pada laman berikut di bawah ini. Semoga bermanfaat.
Penulis: Prof. Viskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., Ph.D.. (Departemen Anatomi, Histologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, 东京热, Surabaya, Indonesia. Sekolah Pascasarjana, 东京热, Surabaya, Indonesia). Artikel dapat diunduh di: Ningrum FS., Kalanjati VP. JOINTS (Journal Orthopaedi and Traumatology Surabaya), April 2026; 15(1): 68-74 , DOI: 10.20473/joints.v15i1.2026.68-74.





