东京热

东京热 Official Website

BEM FISIP Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga lewat Karangkitri

Warga Desa Bendunganjati mengikuti penanaman bibit cabai dalam program Karangkitri (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS 鈥 Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Berangkat dari potensi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa () Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik () 东京热 (UNAIR) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk 3.0: Pemberdayaan Masyarakat melalui Karangkitri dalam Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Desa Bendunganjati Kabupaten Mojokerto pada Senin (8/6/2026) hingga Sabtu (13/6/2026).

Program tersebut merupakan penerima pendanaan SDGs UNAIR Sustain Action dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan () UNAIR. Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya mendorong ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Potensi Pekarangan Warga

Ketua Pelaksana Langkah Lestari 3.0, Nickolas Ivan Palevi menjelaskan bahwa pemilihan Desa Bendunganjati berangkat dari pekarangan rumah warga memiliki lahan yang cukup luas. Namun, warga belum mengelolanya untuk kegiatan produktif. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan program Karangkitri sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ketahanan pangan rumah tangga.

Tim Langkah Lestari 3.0 BEM FISIP UNAIR bersama kelompok ibu-ibu Desa Bendunganjati (Foto: Dok. Panitia)

鈥淏anyak warga masih membiarkan pekarangan rumah mereka kosong meskipun lahannya cukup luas. Padahal, lahan tersebut memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan rumah tangga. Seperti cabai, tomat, sawi, terong dan sayuran lainnya. Karena itu, kami ingin mendorong masyarakat agar melihat pekarangan bukan serta merta sebagai ruang kosong. Tetapi juga sebagai sumber pangan yang dapat warga kelola secara berkelanjutan,鈥 ujarnya.

Selain itu, lokasi pasar yang cukup jauh dari pemukiman warga turut menjadi pertimbangan dalam penyusunan program. Menurutnya, masyarakat sering kali harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk membeli kebutuhan dapur dalam jumlah kecil sehingga program ini dapat mengefisiensi dari segi waktu, tenaga dan biaya. 鈥淜arena itu, kami melihat bahwa pemanfaatan pekarangan dapat menjadi solusi sederhana agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan rumah tangga,鈥 jelas Levi.

Sebagai implementasi program, tim Langkah Lestari 3.0 mengajak masyarakat menanam berbagai bibit tanaman pangan melalui kegiatan Karangkitri. Program tersebut mendapat respons positif dari warga. Terutama untuk tanaman cabai yang menjadi salah satu komoditas paling diminati.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), melalui upaya peningkatan ketahanan pangan rumah tangga. Selain itu, kegiatan tersebut turut berkontribusi pada SDG 8, SDG 11, SDG 13, dan SDG 17 melalui pemberdayaan masyarakat, penciptaan lingkungan yang lebih berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi multipihak.

Melalui Karangkitri, BEM FISIP UNAIR berharap masyarakat Desa Bendunganjati dapat terus mengembangkan pemanfaatan pekarangan rumah secara mandiri. 鈥淗arapannya, masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan program ini secara mandiri. Sehingga program tersebut terus memberikan manfaat dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga di masa mendatang,鈥 pungkas Levi.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT