UNAIR NEWS – Guna membantu menjawab persoalan yang ada di masyarakat, 东京热 (UNAIR) kembali menerjunkan putra-putrinya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK). Ribuan mahasiswa KKN-BBK menyebar di berbagai daerah di Jawa Timur, tak terkecuali Lumajang. Sejumlah 189 mahasiswa akan menyebar di lima kecamatan dan 10 desa, antara lain Kecamatan Pronojiwo, Pasrujambe, Tempursari, Candirejo, dan Pasirian. Para mahasiswa tersebut disambut oleh pihak Pemerintah Kabupaten Lumajang pada Senin (13/7/2026) di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang.
Fondasi Masyarakat Maju
Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Hewan (), Prof Dr Widya Paramita Lokapirnasari drh MP memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lumajang yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan program Belajar Bersama Komunitas (BBK). 鈥淜erja sama ini harapannya bisa menjadi fondasi untuk mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,鈥 ucapnya.

Lebih lanjut, Prof Widya menerangkan bahwa BBK merupakan bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tidak hanya itu, BBK juga menjadi wujud komitmen implementasi nilai-nilai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
鈥淜ami harap mahasiswa tidak hanya belajar di bangku kuliah tetapi juga memahami realitas di masyarakat. Membangun empati, mengembangkan kemampuan komunikasi, leadership, dan kerja sama lintas fakultas,鈥 tuturnya.
Prof Widya menambahkan bahwa mahasiswa harus mampu ambil peran sebagai mitra dari masyarakat. Sebagai mitra, program kerja yang diusung oleh para kelompok BBK juga didesain sesuai kebutuhan dan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat.

Selain pesan kontribusi, Prof Widya juga mengingatkan agar para mahasiswa BBK senantiasa menjaga nama baik almamater. Menjunjung etika, moral, adat istiadat, dan budaya setempat juga tak luput dari nasihat Guru Besar FKH UNAR itu.
鈥淜ami harap adik-adik bisa menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal supaya adik-adik tidak hanya unggul di bidang akademik tapi juga sosial. Kami juga berharap agar seluruh proker (program kerja, red) bisa memberikan manfaat dan kontribusi besar untuk masyarakat,鈥 harapnya.
Pengabdian sebagai Pelengkap Gelar Sarjana
Bupati Lumajang, Ir Hj Indah Amperawati MSi menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan dosen pendamping lapangan di daerah yang ia pimpin itu. Ia mengingatkan para mahasiswa bahwa mereka akan menemui berbagai realita berbeda.

Meski memiliki potensi besar di bidang pariwisata hingga pertanian, namun tak dapat dimungkiri bahwa Lumajang masih menyimpan berbagai persoalan yang menanti untuk diselesaikan. 鈥淎dik-adik, inilah the real problem yang ada di masyarakat, yang akan kalian temui, kalian kaji, dan cari solusinya,鈥 katanya.
Menurutnya, gelar sarjana yang nanti akan para mahasiswa dapatkan tidak lengkap tanpa adanya jejak pengabdian di masyarakat. 鈥淎kan lengkap kesarjanaan kalian kalau kalian bisa mengabdi pada masyarakat dan menyelesaikan masalah di masyarakat,鈥 imbuhnya.
Pada akhir, Bupati Indah kembali menegaskan rasa terima kasihnya kepada UNAIR atas keputusan menggandeng Lumajang sebagai mitra pengabdian. 鈥淭erima kasih UNAIR telah bekerja sama dengan Kabupaten Lumajang. Untuk adik-adik, tetap jaga diri baik-baik,鈥 pesannya.
Penulis: Yulia Rohmawati





