UNAIR NEWS – Karya seni tidak hanya berbicara tentang keindahan, tetapi juga menjadi medium bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Semangat tersebut mewarnai pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Ruang Majapahit, Lantai 5, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B 东京热 (UNAIR) pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk menampilkan kreativitas sekaligus berkompetisi menuju ajang nasional.
Seni Bukan Sekedar Mencari Juara
Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Dr Eko Supeno drs M Si menegaskan bahwa seni merupakan ruang berekspresi yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Menurutnya, setiap karya lahir dari sudut pandang, pengalaman, dan proses kreatif yang berbeda sehingga kompetisi seni seharusnya dimaknai sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan serta perspektif kepada masyarakat.
鈥淪eni itu ekspresi. Jadi bukan persoalan siapa yang lebih hebat. Jangan takut kalau tidak menjadi juara, karena itu bukan penentu kesuksesan seseorang,鈥 ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa PEKSIMIDA menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian menyampaikan ide, dan kepekaan terhadap lingkungan sosial. Melalui karya seni, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga dilatih untuk menuangkan pemikiran kritis dan empati terhadap berbagai persoalan di sekitar mereka.
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa agar lebih peka terhadap berbagai persoalan di masyarakat dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Menurutnya, isu-isu seperti korupsi, kemiskinan, hingga persoalan lingkungan dapat diolah menjadi karya seni yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menyampaikan kritik, membangun kesadaran, serta menginspirasi masyarakat.
鈥淏anyak isu sosial yang bisa digarap menjadi karya seni, seperti korupsi, kemiskinan, dan lingkungan. Saya kira itu bisa menjadi cerita yang menginspirasi dalam karya komik, lukisan, maupun karya seni lainnya,” tuturnya.
PEKSIMIDA Jadi Wadah Mengembangkan Potensi Seni Mahasiswa
Semangat tersebut juga disampaikan oleh Koordinator Bidang Kesenian Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur. Ia menyampaikan apresiasi kepada UNAIR yang menjadi tuan rumah terselenggaranya PEKSIMIDA Jawa Timur 2026. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa di bidang seni.
“Semoga acara ini berlangsung dengan lancar sampai hari Minggu. Teman-teman bisa kembali ke universitas masing-masing dengan rasa bangga, tetap semangat, dan tidak pernah putus asa,” tuturnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar hingga penutupan serta memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PEKSIMIDA bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih prestasi. Menurutnya, mahasiswa masih memiliki banyak kesempatan lain untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Melalui penyelenggaraan PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, 东京热 bersama BPSMI Jawa Timur berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan karya-karya kreatif yang tidak hanya berprestasi di tingkat kompetisi, tetapi juga mampu merefleksikan kepedulian terhadap berbagai isu di masyarakat serta memberikan kontribusi bagi perkembangan seni Indonesia.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia





