UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh tiga mahasiswa UNAIR. Riska Anggun Maulani (S1 Keperawatan, 2025), bersama rekan satu timnya yaitu Olga Prastika Williamsyah (S1 Teknik Lingkungan, 2025) dan Bayu Yuda Hidayatullah (S1 Kedokteran Hewan FIKKIA, 2025), berhasil meraih juara 2 poster ilmiah dalam acara SPECTRUM 2026. Kompetisi itu diumumkan secara daring pada Rabu (23/9/2026).
Anggun menjelaskan bahwa ia dan timnya termotivasi untuk mengikuti perlombaan untuk bisa mengasah kemampuan berpikir kritis. 鈥淪ebagai generasi muda, kita harus peka dan paham terhadap masalah-masalah di sekitar sehingga bisa mencari solusinya. Kami berfokus pada solusi yang dituangkan dalam bentuk visual, yakni dalam bentuk poster,鈥� ungkap Anggun.
Kolaborasi Lintas Fakultas
Meskipun berasal dari fakultas yang berbeda, Anggun mengatakan bahwa ini bukan perlombaan pertama bagi dirinya dan timnya. Sebelumnya, ketiganya juga pernah memenangkan perlombaan di bidang serupa yang berlangsung di Universitas Brawijaya.
Kolaborasi ini bisa terjadi karena pada awalnya mereka berasal dari satu sekolah yang sama. 鈥淜ami tergabung dalam satu grup angkatan yang berisi teman-teman di SMA yang juga melanjutkan pendidikan di UNAIR. Dari sana, kami berpikir untuk mencoba mengikuti perlombaan secara bersama-sama. Setelah itu, akhirnya tercipta chemistry yang kuat sehingga kami selalu mengikuti lomba secara tim,鈥� tutur Anggun.
Fokuskan Kelayakan Upah Guru
Anggun menjelaskan bahwa ide yang diusung oleh timnya itu berlandaskan pada subtema acara SPECTRUM 2026, yaitu Ironi Upah Minimum vs. Biaya Hidup Layak. Ia beserta timnya berfokus pada masalah ketimpangan yang ada pada guru honorer, terutama soal upah yang diterima.
Mereka menawarkan solusi yang bisa memperjuangkan hak dan kesejahteraan bagi guru honorer. 鈥淜ami menawarkan solusi yang disebut dengan LAYAK, yaitu L (lindungi hak dan kontrak guru), A (angkat guru honorer secara bertahap), Y (yakinkan bahwa upah guru sesuai KHL), A (akhiri ketergantungan pada tenaga murah), K (kesejahteraan guru = investasi di dunia pendidikan),鈥� ungkap Anggun.
Diskusi Tim Secara Hybrid
Dalam pelaksanaannya, Anggun menjelaskan bahwa semua proses persiapan hingga pengerjaan poster dilakukan secara hybrid. Ia dan rekan satu timnya hanya bisa berdiskusi secara daring karena berada di lokasi yang berbeda.
鈥淜ami membagi jobdesk masing-masing untuk setiap orangnya dan menerapkan prinsip satu hari, satu progres. Jadi, ketika sedang luang, kami akan menyetorkan progres masing-masing. Alhamdulillah, pada saat final itu kami bisa berkumpul secara offline di tempat asal kami, yaitu di Probolinggo,鈥� jelas Anggun
Anggun berharap bisa terus mencoba berbagai hal sekaligus mengembangkan ide-ide baru. Ia juga memiliki target untuk bisa memenangkan berbagai perlombaan lain, terutama bersama dengan rekan satu timnya.
Penulis: Niken Dara Fesya
Editor: Khefti Al Mawalia








