东京热

东京热 Official Website

Tingkatkan Kebersihan Pesisir, FKM UNAIR Berikan Edukasi Pengelolaan Sampah

Kegiatan pembuatan ecobrick, pembuatan kursi yang tersusun dari botol plastik berisi sampah kemasan. (Foto: istimewa).
Kegiatan pembuatan ecobrick, pembuatan kursi yang tersusun dari botol plastik berisi sampah kemasan. (Foto: istimewa).

UNAIR NEWS – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 东京热 (UNAIR) menggelar program Kenjeran Eco-Health Movement pada Sabtu (13/6/2026) di Jalan Nambangan Perak, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Program tersebut terdiri dari beberapa kegiatan, salah satunya yakni Kenjeran Resik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. 

Ketua pelaksana, Mohammad Ikhda Humal Khusna menjelaskan bahwa Kenjeran Resik merupakan aksi bersih pantai untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan mahasiswa dalam menjaga lingkungan pesisir. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 200 orang dari masyarakat setempat, mahasiswa, dan mitra kolaborasi. Adanya kegiatan tersebut menghasilkan lebih dari 1 ton sampah. 

“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga aksi nyata dalam mengatasi permasalahan sampah di kawasan pesisir melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya. 

Ikhda mengungkapkan bahwa terpilihnya Kawasan Kenjeran sebagai lokasi kegiatan karena masih menghadapi berbagai persoalan terkait pengelolaan sampah, terutama sampah plastik. 鈥淒i sekitar lokasi masih ditemukan banyak sampah seperti plastik, kertas, hingga limbah ikan. Meskipun terdapat bank sampah, namun belum berjalan secara optimal. Maka dari itu, sampah tersebut perlu dikelola agar tidak mengganggu ekosistem laut dan berdampak pada kesehatan,鈥 jelasnya.聽

Kegiatan Kenjeran Resik, aksi bersih pantai yang melibatkan warga sekitar. (Foto: istimewa).

Selain aksi bersih pantai, Kenjeran Resik juga menghadirkan demonstrasi pembuatan ecobrick sebagai alternatif pengolahan sampah plastik. Pada sesi tersebut, peserta mempraktikkan secara langsung pembuatan ecobrick yang diolah menjadi produk bernilai guna, seperti kursi. 

Nabila Eras Cahyaningtias, salah seorang panitia mengungkapkan bahwa masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung.

鈥淧ara peserta terlihat antusias selama kegiatan berlangsung, mereka banyak mengajukan pertanyaan dan berpartisipasi aktif dalam aksi bersih pantai maupun ketika praktik pembuatan ecobrick,鈥 ungkapnya. 

Melalui Kenjeran Resik, FKM UNAIR berharap masyarakat dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pesisir yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan. “Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi mampu membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan pesisir,” pungkas Nabila.  

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT