东京热

东京热 Official Website

Tim UNAIR Sabet Juara 2 IMAPRES 2026 Lewat Inovasi Daging Alternatif dengan Aplikasi Edukasi Nutrisi

Rizqi Alfy Dzikria selaku ketua tim beserta Nadine Ramadanty Malaka dan Cyntia Diva Anjani (Foto: Istimewa)
Rizqi Alfy Dzikria selaku ketua tim beserta Nadine Ramadanty Malaka dan Cyntia Diva Anjani (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kabar membahagiakan datang dari tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam yang berhasil menyabet juara dua di ajang nasional IMAPRES pada Minggu (21/06/2026). Mereka membawa ide bisnis unik, yakni daging analog tinggi protein dari belalang dan kacang dengan dukungan aplikasi digital.

Ancaman Krisis Pangan

Rizqi mengaku bahwa ide bisnis tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap ancaman krisis pangan global di masa depan. Ia menekankan bahwa berdasarkan proyeksi, populasi dunia akan menembus angka 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050. Hal ini secara tidak langsung akan memicu lonjakan kebutuhan sumber protein secara drastis.聽

鈥淜etergantungan tinggi pada sistem peternakan konvensional mulai terbentur oleh keterbatasan lahan, dampak perubahan iklim, hingga degradasi ekosistem. Ancaman ini semakin nyata dengan masih banyaknya populasi dunia yang mengalami kekurangan asupan protein. Sehingga berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas ekonomi di masa mendatang,鈥 ungkapnya.

鈥婱enjawab tantangan serta urgensi tersebut, lahirlah sebuah inovasi pangan berkelanjutan berupa produk daging analog tinggi protein. Uniknya, daging tiruan ini melalui proses formulasi menggunakan sumber protein alternatif berbasis bahan pangan lokal, yaitu perpaduan antara belalang dan kacang-kacangan.

鈥淪elain memiliki nilai gizi yang padat untuk menanggulangi masalah literasi gizi dan defisit nutrisi masyarakat, produk inovatif ini dirancang agar berstatus halal, aman dikonsumsi, serta jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan daging hewan ternak konvensional,鈥 jelasnya.  

Integrasi Cerdas Berkelanjutan

Rizqi menekankan bahwa keunggulan inovasi yang timnya buat terletak pada adanya integrasi sistem pangan dengan teknologi komprehensif. Melalui mekanisme tersebut, olahan daging analog tidak sekadar dipasarkan melalui kanal digital dan mitra distribusi, tetapi juga membentuk ekosistem gaya hidup baru. 鈥淜onsep bisnis ini kan didukung oleh aplikasi digital. Fungsinya sebagai sarana edukasi nutrisi, informasi produk, pemantauan pola konsumsi protein, serta program loyalitas pelanggan,鈥 tegasnya.聽

Lebih lanjut, Rizqi menyebut konsumen dapat mengakses aplikasi untuk melakukan pemesanan sekaligus mendapatkan rekomendasi konsumsi yang mendukung gaya hidup sehat. Menurut tim, pendekatan tersebut sangat relevan dalam menjawab tantangan rendahnya literasi gizi masyarakat sekaligus memenuhi tuntutan pembangunan sistem pangan berkelanjutan. 鈥淜eunggulan utamanya terletak pada kemampuannya mengintegrasikan penyediaan sumber protein, edukasi gizi, serta pemantauan konsumsi dalam satu ekosistem yang saling terhubung,鈥 imbuhnya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT