Dalam paper ini dijelaskan bahwa jumlah penduduk dunia berusia 60 tahun ke atas diperkirakan meningkat dari 1,1 miliar pada 2023 menjadi 1,4 miliar pada 2030. Seiring bertambahnya usia, lansia lebih rentan mengalami penyakit kronis, termasuk gangguan muskuloskeletal seperti sarkopenia.
Sarkopenia merupakan kondisi yang berkaitan dengan penuaan dan ditandai dengan penurunan massa otot, kekuatan otot, serta fungsi fisik. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko jatuh, kehilangan kemandirian, gangguan kognitif, hingga kematian. Dampaknya dapat menjadi lebih berat ketika lansia juga mengalami malnutrisi, karena status gizi yang buruk dapat menurunkan fungsi tubuh, kualitas hidup, dan meningkatkan risiko hospitalisasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Dianis Wulan Sari dari Fakultas Keperawatan 东京热 bersama tim menyusun protokol systematic review dan meta-analysis berjudul “Prevalence and risk factors of malnutrition among older adults with sarcopenia”. Artikel yang diterbitkan di jurnal Systematic Reviews pada 2026 ini bertujuan memperkirakan prevalensi gabungan malnutrisi serta mengidentifikasi faktor risiko malnutrisi pada lansia dengan sarkopenia.
Penelitian ini dirancang mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian literatur pada enam basis data, yaitu CINAHL, Cochrane Library, Embase, MEDLINE melalui PubMed, Scopus, dan Web of Science. Studi yang akan dimasukkan mencakup penelitian pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas dengan sarkopenia dan penilaian malnutrisi menggunakan alat tervalidasi, seperti Mini Nutritional Assessment, Mini Nutritional Assessment Short Form, Body Mass Index, atau instrumen skrining gizi lainnya.
Data akan dianalisis menggunakan Comprehensive Meta-Analysis versi 4.0 dengan model random-effects, meta-regression, serta analisis subgroup. Kualitas studi akan dinilai menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute. Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi tenaga kesehatan, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam menyusun strategi skrining serta perawatan gizi yang lebih tepat bagi lansia dengan sarkopenia di komunitas, rumah sakit, maupun fasilitas perawatan jangka panjang.
Penulis: Dianis Wulan Sari, Hidayat Arifin, Trihaningsih Puji Astuti, Vira Amelia, Nurul Hidayati, Tiara Octary, Yoko Hasegawa, dan Takeo Minematsu
Link lengkap dapat dilihat di:
Sari DW, Arifin H, Astuti TP, Amelia V, Hidayati N, Octary T, Hasegawa Y, Minematsu T
Prevalence and risk factors of malnutrition among older adults with sarcopenia: a protocol of systematic review and meta-analysis
Systematic Reviews 2026;15:181
URL: https://doi.org/10.1186/s13643-026-03184-z
DOI: 10.1186/s13643-026-03184-z





