东京热

东京热 Official Website

Tim FKG Raih Juara II National Literature Review, Ungkap Risiko Menginang terhadap Kanker Mulut

Tim FKG UNAIR berhasil meraih Juara 2 National Literature Review melalui kajian ilmiah tentang risiko menginang terhadap kanker mulut (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Tim mahasiswa Pendidikan Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi () 东京热 (UNAIR) berhasil meraih prestasi pada ajang National Literature Review. Kompetisi tersebut terselenggara oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado. Tim yang beranggotakan Hanif Azzikri Hidayatullah sebagai ketua, serta Nabil Ahmad Wafiudin dan Muhammad Azka Rizkil Muna sebagai anggota tersebut berhasil meraih juara dua. Mereka mengkaji hubungan kebiasaan menginang dengan peningkatan risiko kanker mulut.

Dengan bimbingan Dr Desiana Radithia drg SpPM(K), ketiga mahasiswa tersebut mengangkat isu kesehatan masyarakat yang masih relevan, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Tim melakukan kajian literatur untuk menganalisis dampak kebiasaan menginang yang telah dikategorikan sebagai karsinogen golongan 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC).

鈥淜ami ingin menghadirkan bukti ilmiah yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kebiasaan menginang memiliki risiko besar terhadap kesehatan. Terutama kanker mulut,鈥 ujar Hanif.

Ide penelitian ini berawal dari tingginya angka kejadian kanker mulut di dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara. Meskipun memiliki risiko kesehatan yang besar, kebiasaan menginang masih dilakukan oleh ratusan juta masyarakat di dunia.

Melalui metode literature review, tim melakukan sintesis terhadap berbagai penelitian selama sepuluh tahun terakhir dengan melibatkan total 3.577 partisipan. Dari 439 artikel yang tim temukan, mereka melakukan seleksi ketat hingga mendapatkan lima artikel yang memenuhi kriteria untuk mereka analisis.

鈥淗asil kajian kami menunjukkan bahwa individu dengan kebiasaan menginang memiliki risiko 7,15 kali lebih besar mengalami kanker mulut. Risiko tersebut meningkat menjadi 8,65 kali lipat apabila kebiasaan menginang dikombinasikan dengan tembakau,鈥 jelas Hanif.

Dalam proses persiapan kompetisi, tim melakukan diskusi intensif, pencarian referensi, hingga analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil kajian kemudian mereka kemas dalam bentuk presentasi interaktif agar informasi ilmiah dapat tersampaikan secara komunikatif.

Tantangan terbesar yang tim hadapi adalah membagi waktu di tengah padatnya aktivitas akademik, seperti skripsi, ujian, dan perkuliahan. Untuk mengatasinya, tim menerapkan pembagian tugas yang terstruktur serta menjaga komunikasi antaranggota.

鈥淜eberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi, kerja sama tim, dan dukungan dosen pembimbing. Proses yang panjang membuat kami semakin termotivasi untuk terus berkembang dan menghasilkan karya yang bermanfaat,鈥 ungkap Hanif.

Melalui penelitian ini, tim berharap masyarakat semakin memahami bahaya kebiasaan menginang serta dapat mendorong upaya pencegahan kanker mulut di Indonesia. Tim juga mengajak mahasiswa UNAIR untuk berani berkarya, menulis, dan terus berinovasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penulis: Dheva Yudistira Maulana

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT