¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Terinspirasi Kodomo Shokudo Jepang, Dosen FKM UNAIR Bangun Ruang Aman bagi Remaja Surabaya

Pemaparan Materi Oleh Amanda Prita Kirana dalam Webinar Level Up Circular Economy. (Foto: Istimewa).
Pemaparan Materi Oleh Amanda Prita Kirana dalam Webinar Level Up Circular Economy. (Foto: Istimewa).

UNAIRNEWS – Pengalaman belajar di Jepang tak berhenti sebagai cerita perjalanan. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) membawa pulang inspirasi Kodomo Shokudo dari Kyoto dan mengadaptasinya menjadi program berbasis komunitas di RW 10 Tambakrejo, Surabaya. Lewat kegiatan memasak, bermain, dan makan bersama, mereka menghadirkan ruang aman bagi remaja untuk membangun relasi sosial yang lebih erat.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ¶«¾©ÈÈ (UNAIR), Dr Ernawaty drg MKes menjelaskan bahwa kegiatan itu ia pelajari dari School of Public Health, Kyoto University. Menurutnya, Kodomo Shokudo bukan sekadar tempat menyediakan makanan, melainkan ruang mempertemukan warga lintas usia untuk saling berinteraksi dan membangun rasa kebersamaan.

Acara itu diikuti oleh lebih dari 30 orang, yang terdiri atas enam dosen FKM UNAIR, tiga kader Surabaya Sehat, dan 24 remaja perwakilan dari setiap Rukun Tetangga (RT) di lingkungan RW 10 yang tergabung dalam RAKSA10 (Remaja Aktif Kreatif Sigap Andalan RW 10).

Selama kurang lebih tiga jam, peserta bergiliran mengikuti aktivitas yang telah dirancang. Pada kelompok pertama, mereka berkreasi membuat Siomay Mentai, perpaduan cita rasa lokal dengan sentuhan kuliner Jepang yang sedang populer. Kelompok kedua menggali keterampilan tradisional melalui praktik memasak Nasi Goreng Jawa yang kaya rempah Nusantara.

Sementara itu, kelompok ketiga mengasah strategi dan kekompakan lewat permainan kartu UNO. Namun, lebih dari sekadar aktivitas, malam itu menjadi panggung bagi terbangunnya interaksi sosial yang selama ini mungkin jarang mereka rasakan.

Perlu diketahui, program ini juga diikuti oleh dosen FKM UNAIR. Di antaranya Prof Dr Thinni Nurul Rochmah Dra Ec MKes, Mahmud Aditya Rifqi, SGz MSi PhD, Dr Pulung Siswantara SKM MKes, dan Corie Indria Prasasti SKM MKes bersama kader Surabaya Hebat (KSH).

Penulis: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT