UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) tak hentinya meraih prestasi di kancah internasional. Kali ini, tim Drivetyguard UNAIR berpartisipasi pada konferensi internasional 2026. Acara penting ini terlaksana pada Jumat-Minggu (3-5/7/2026) di Universiti Malaysia Sabah (UMS). Tim yang beranggotakan Ibrahim Al Khowwas sebagai leader dan Farhan Aldan Khairian sebagai tim statistik di bawah bimbingan Tofan Agung Eka Prasetya SKep Ns MKKK PhD.
Ibrahim mengaku kesempatan ini menjadi peluang nyata untuk membawa nama UNAIR di kancah bergengsi. Menurutnya, konferensi internasional menjadi platform strategis untuk memperluas jaringan institusional dan menyebarluaskan temuan akademis secara global. 鈥淧ara kandidat yang presentasi dan menjadi bagian ASAIHL kan mayoritas dari guru besar dan profesor universitas ternama dan bergengsi. Sehingga, ada banyak ide menarik dan ilmu baru khususnya di bidang perkembangan teknologi,鈥 ungkapnya.
Inovasi Keselamatan Berkendara
Dalam konferensi internasional, Ibrahim bawakan gagasan yang berfokus langsung pada isu krusial di lingkungan kerja, yaitu tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mengancam keselamatan pekerja. Guna memitigasi risiko tersebut secara proaktif, riset ini menggunakan metode ilmiah Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dan menentukan prioritas fitur pada aplikasi keselamatan berkendara pintar. 鈥淧enelitian ini berfokus pada evaluasi dan penentuan prioritas persyaratan fungsional dalam pengembangan aplikasi keselamatan berkendara yang bersifat proaktif,鈥 jelas Ibrahim.
Berdasarkan penilaian para ahli, fitur PPE Compliance Check (Pengecekan Kepatuhan APD seperti helm dan jaket) berhasil menempati peringkat prioritas tertinggi karena kontribusinya yang signifikan dalam pengurangan risiko kecelakaan, diikuti oleh fitur GPS Tracking dan Emergency Reporting. Inovasi digital ini tim rancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 鈥淜hususnya secara spesifik pada tujuan 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), tujuan 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), serta tujuan 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur). Sehingga membuktikan bahwa riset berbasis kebutuhan lokal ini mampu menawarkan solusi konkret di tingkat global,鈥 tegasnya.聽
Pelajaran dari Lintas Negara
Lebih lanjut, Ibrahim menegaskan bahwa kesempatan bertuka pikiran dengan para delegasi lintas negara di forum ASAIHL 2026 memberikan disrupsi positif terhadap cara pandang mengenai isu pendidikan masa kini. Keberhasilan kontribusi di konferensi internasional ini mencerminkan pengakuan internasional kualitas akademik UNAIR. 鈥淛uga menunjukkan komitmen berkelanjutan universitas terhadap kolaborasi global, penelitian berdampak tinggi, dan penguatan reputasinya sebagai institusi kelas dunia. Karena pada dasarnya hasil penelitian tidak cukup hanya ditulis, tetapi juga perlu didengar, dibaca, dan berdampak secara luas,鈥 imbuhnya.聽
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





