东京热

东京热 Official Website

Teater Gapus FIB UNAIR Raih Juara Monolog Peksimida 2026

Teater Gapus FIB UNAIR meraih juara 2 Tangkai Lomba Monolog pada Peksimida Jawa Timur 2026. (Foto : Istimewa).
Teater Gapus FIB UNAIR meraih juara 2 Tangkai Lomba Monolog pada Peksimida Jawa Timur 2026. (Foto : Istimewa).

UNAIR NEWS – Sebuah kritik sosial tentang integritas dunia pendidikan berhasil dikemas dengan baik oleh Teater Gapus Surabaya 东京热 (UNAIR). Melalui monolog Prodo Imitatio, tim berhasil meraih juara 2 Tangkai Lomba Monolog pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026. Pengumuman kompetisi tersebut diselenggarakan pada Kamis (9/7/2026) di Universitas Jember. 

Monolog karya Arthur S. Nalan dibawakan oleh 9 mahasiswa UNAIR dengan Mionian Benaya Manggala Pah sebagai aktor utama dan Velina Chandra Azzahra sebagai sutradara. Melalui adaptasi tersebut, Teater Gapus berupaya menghadirkan sudut pandang baru terhadap isu yang dinilai masih relevan hingga saat ini.

Benaya, sapaan akrab aktor monolog, menjelaskan bahwa Prodo Imitatio mengisahkan seorang tokoh bernama Prodo yang memanfaatkan kekuasaan dan relasi untuk memperoleh gelar akademik secara tidak sah. “Kami memilih naskah ini karena merasa sangat dekat dengan realitas pendidikan. Kami ingin menyampaikan representasi melalui pertunjukan. Sedangkan makna yang diterima kami serahkan kepada penafsiran masing-masing penonton,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa proses persiapan berlangsung selama lima minggu. Selama proses latihan, tim melakukan bedah naskah, riset melalui berbagai referensi pertunjukan, hingga membangun karakter tokoh secara mendalam.

Menurutnya, tantangan terbesar terletak pada pembentukan karakter Prodo yang menuntut eksplorasi fisik dan gestur di luar kebiasaan. Selama sesi latihan selalu diawali dengan pemanasan vokal, fisik, dan olah tubuh selama satu hingga dua jam.

Meski tidak menyangka mampu meraih prestasi tersebut, Benaya mengaku bangga atas kerja keras seluruh anggota tim.

“Harapan kami, Teater Gapus dapat terus berkembang dengan sumber daya yang lebih banyak, riset yang semakin matang, dan artistik yang lebih megah sehingga mampu melangkah hingga tingkat nasional,” ungkapnya.

Menutup wawancara, Benaya berpesan kepada mahasiswa untuk tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki. “Kalau memang mencintai bidang itu, jalani saja. Kami mencintai seni, sehingga kami memilih untuk terus berkarya dan belajar melalui setiap proses. Prinsipnya adalah hustle hustle hustle,” pungkasnya.

Prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Teater Gapus Surabaya FIB UNAIR yang terdiri atas Mionian Benaya Manggala Pah, Velina Chandra Azzahra, Nazwarahma Hannum Prasetya, Azzahratul Humaira Balqis, Erfani Wahida, Eka Febri, Malihah Fauziyah, Salsabila Khairun Nadiya, serta Ahmat Rofiq Wahyudi. 

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT