Lingkungan industri manufaktur sarat dengan tuntutan produktivitas yang tinggi. Pekerja kerap menghadapi beban kerja fisik yang berat melalui aktivitas seperti mengangkat, membawa, serta melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan hingga gangguan kesehatan, khususnya gangguan muskuloskeletal. Pengelolaan beban kerja menjadi aspek penting untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan pekerja.
Metode pengukuran beban kerja yang digunakan selama ini masih memiliki berbagai keterbatasan. Metode seperti NASA-TLX lebih berfokus pada pengukuran beban kerja mental. Sedangkan pengukuran fisiologis membutuhkan waktu, tenaga, serta peralatan khusus sehingga kurang praktis untuk diterapkan secara luas. Metode manual yang mengacu pada standar tertentu, seperti SNI 7269:2009, juga dinilai kurang efisien karena melibatkan proses perhitungan yang kompleks.
Pengembangan aplikasi skrining beban kerja fisik berbasis web menjadi salah satu alternatif solusi. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses penilaian dengan mengadaptasi metode pengukuran beban kerja fisik berbasis pengeluaran energi kalori yang mengacu pada SNI 7269:2009. Pengguna cukup memasukkan data terkait aktivitas kerja, seperti jenis pekerjaan, durasi, dan posisi tubuh. Sistem kemudian secara otomatis menghitung tingkat beban kerja dalam satuan energi (kcal/jam) dan mengelompokkannya ke dalam kategori tertentu, mulai dari ringan hingga sangat berat, disertai rekomendasi kesehatan. Aplikasi ini dikembangkan dalam bentuk platform berbasis web yang dapat diakses secara daring melalui alamat . Aplikasi tersebut juga telah terdaftar dan memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan nomor EC00202421833 sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap inovasi yang dihasilkan.

Penelitian dilakukan terhadap 239 pekerja di sebuah perusahaan manufaktur di Jawa Timur pada tahun 2023 hingga 2024. Tujuan penelitian adalah menilai tingkat penerimaan terhadap aplikasi tersebut. Pendekatan yang digunakan berupa Technology Acceptance Model (TAM), yang menekankan dua faktor utama dalam penerimaan teknologi, yaitu persepsi terhadap kemanfaatan dan kemudahan penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja menilai aplikasi tersebut bermanfaat dan mudah digunakan. Sebagian besar responden juga menyatakan memiliki niat untuk terus menggunakan aplikasi tersebut di masa mendatang. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi berbasis web memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam bidang kesehatan kerja.
Hasil studi menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap niat penggunaan aplikasi bukanlah persepsi kemanfaatan, melainkan kemudahan penggunaan. Tingkat kesederhanaan dan kemudahan dalam pengoperasian aplikasi menjadi penentu utama dalam mendorong adopsi teknologi. Aspek user-friendly menjadi elemen krusial dalam pengembangan aplikasi, terutama bagi pengguna dengan latar belakang yang beragam. Pengalaman dalam menggunakan internet turut memengaruhi persepsi pengguna. Individu dengan tingkat literasi digital yang lebih tinggi cenderung lebih mudah menerima dan memanfaatkan aplikasi tersebut. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya penetrasi internet yang mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor, termasuk kesehatan kerja.
Penggunaan aplikasi skrining berbasis web memberikan sejumlah keuntungan dari perspektif implementasi. Perusahaan dapat melakukan pemantauan beban kerja secara lebih cepat dan akurat. Kondisi tersebut memungkinkan dilakukannya intervensi dini terhadap potensi risiko kesehatan. Dampak jangka panjang mencakup pencegahan cedera kerja, penurunan tingkat absensi, serta peningkatan kesejahteraan pekerja.
Integrasi teknologi digital dalam sistem kesehatan kerja membuka peluang pengembangan layanan yang lebih komprehensif. Pengembangan tersebut mencakup integrasi dengan telemedicine maupun sistem pemantauan kesehatan berbasis data secara real-time. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, antara lain desain tanpa kelompok kontrol dan cakupan responden yang terbatas pada satu perusahaan. Penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat diperlukan untuk menguji efektivitas aplikasi secara lebih luas. Penerapan teknologi berbasis web dalam skrining beban kerja menunjukkan prospek yang menjanjikan. Penekanan pada aspek kemudahan penggunaan menjadikan inovasi ini berpotensi sebagai solusi efektif dalam mendukung kesehatan pekerja di era industri modern.
Penulis: Indah Lutfiya
Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui artikel ilmiah pada tautan berikut:





