东京热

东京热 Official Website

Sarasehan ONMIPA Bahas Evaluasi Persyaratan Peserta dan Dukungan Mental Mahasiswa聽

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNAIR Dr Eko Supeno Drs MSi (kiri) dan Brilyan Rizki Darmawan, perwakilan Belmawa (kanan) saat berdiskusi dengan para perwakilan perguruan tinggi dalam sarasehan ONMIPA (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Kesehatan mental mahasiswa dan persyaratan peserta kompetisi menjadi salah satu bahasan dalam Sarasehan ONMIPA yang berlangsung di Hall Lantai 1, Kampus MERR-C 东京热 (UNAIR) pada Senin (9/6/2026). Forum tersebut menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk menyampaikan masukan terkait penyelenggaraan ONMIPA.

Diskusi tersebut dipandu oleh Dr Eko Supeno Drs MSi dan sebagai penanggap terdapat dua perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek. Di antaranya Penanggung Jawab Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Yulita Priyoningsih MAP dan Brilyan Rizki Darmawan.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNAIR Dr Eko Supeno Drs MSi menyampaikan bahwa sarasehan merupakan wadah berbagi pengalaman dan wawasan antarpimpinan perguruan tinggi. Melalui forum tersebut, perguruan tinggi harapannya dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa berprestasi.

鈥淒ari sekitar 4.624 perguruan tinggi di Indonesia, peserta ONMIPA baru mencakup sekitar sepertiganya. Artinya, masih ada tugas bagi Belmawa untuk meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam kompetisi ini. Selain meningkatkan keterlibatan, keaktifan mahasiswa juga turut menjadi perhatian,鈥 ujarnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyoroti pentingnya layanan konseling bagi mahasiswa. Tingginya tuntutan akademik dan persaingan dalam berbagai ajang nasional berpotensi memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa. Apabila tidak ada keseimbangan dengan sistem pendampingan yang memadai.

Para perwakilan perguruan tinggi peserta ONMIPA berfoto bersama dalam sarasehan (Foto: Humas UNAIR)

Menanggapi hal itu, Brilyan Rizki Darmawan, perwakilan Belmawa menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan panduan konseling bagi perguruan tinggi. Panduan tersebut dirancang sebagai standar minimal dalam pembentukan unit layanan konseling di kampus.

鈥淧enyusunan panduan dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa, dari kekerasan hingga masalah kesehatan mental. Melalui panduan ini, perguruan tinggi harapannya memiliki acuan dalam memberikan layanan pendampingan kepada mahasiswa,鈥 jelasnya.聽

Ia menambahkan bahwa keberadaan layanan konseling menjadi semakin penting. Mengingat kampus tidak hanya berperan sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh.

Selain kesehatan mental, peserta kegiatan ini juga menyoroti persyaratan ONMIPA yang masih membatasi partisipasi mahasiswa tertentu. Perwakilan Universitas Surabaya (UBAYA) menyampaikan bahwa sejumlah mahasiswa berprestasi belum dapat mengikuti kompetisi karena terkendala ketentuan latar belakang keilmuan peserta.

Peserta sarasehan berharap evaluasi terhadap regulasi tersebut perlu dilakukan agar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkompetisi. Melalui berbagai masukan yang disampaikan, forum sarasehan harapannya pelaksanaan ONMIPA dapat berkembang menjadi ajang yang lebih inklusif, kompetitif, dan mampu mendukung pengembangan potensi mahasiswa.

Penulis: Maulya Afifah Zahra 

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT