UNAIR NEWS 鈥 东京热 (UNAIR) bersama dan menyelenggarakan seminar Elevating Excellence: CASE-东京热 Journal Strategy Workshop secara hybrid pada Kamis (18/05/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sriwijaya, ASEEC Tower, Kampus B 东京热. Kegiatan tersebut salah satunya menghadirkan DR. Anders Karlsson selaku representatif CASE sebagai narasumber utama.
Dalam sesi bertajuk Scholarly Publishing in the Generative AI Age, Anders membahas perkembangan penggunaan generative artificial intelligence (AI) dalam dunia publikasi ilmiah. Ia juga membahas berbagai tantangan etika dan integritas penelitian yang muncul di tengah perkembangan teknologi tersebut.
Tantangan Publikasi Ilmiah di Era Generative AI
Dalam pemaparannya, Anders menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam dunia penelitian terus meningkat secara global. Teknologi tersebut ia nilaimampu membantu peneliti dalam mempercepat berbagai proses akademik, mulai dari penulisan hingga pengolahan informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul berbagai tantangan baru terkait kualitas dan integritas publikasi ilmiah.
Ia menyoroti adanya temuan audit yang dipublikasikan di jurnal The Lancet terkait jutaan artikel biomedis selama tiga tahun terakhir. Hasil audit tersebut menunjukkan adanya ribuan artikel yang mengandung referensi palsu akibat penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab. Menurutnya, hal tersebut menjadi ancaman serius karena dapat memasukkan informasi yang tidak valid ke dalam dunia sains. 鈥淭his is a big problem because it basically inserts false trust into science,鈥 jelas Anders saat membahas dampak penggunaan AI dalam publikasi ilmiah.
Selain itu, Anders menjelaskan bahwa perkembangan AI juga memunculkan berbagai kekhawatiran. Menurutnya AI bisa beresiko pada meningkatnya praktik manipulasi data, penulisan otomatis tanpa pengawasan manusia, hingga potensi menurunnya kualitas berpikir kritis peneliti. Ia menilai penggunaan AI perlu berbarengan dengan tanggung jawab etik yang kuat agar teknologi dapat tepat gunadalam proses penelitian. 鈥淎I should accelerate processes, not replace human responsibility in research,鈥 ujar Anders mengenai pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab dalam dunia akademik.
Penggunaan AI secara Bertanggung Jawab
Dalam sesi berikutnya, Anders menjelaskan bahwa berbagai universitas, penerbit, dan organisasi publikasi ilmiah mulai mengembangkan kebijakan terkait penggunaan AI generatif. Menurutnya, sebagian besar penerbit saat ini memperbolehkan penggunaan AI selama penggunaannya berlangsung secara transparan dan tetap mencantumkan keterlibatan teknologi tersebut dalam proses penulisan ilmiah.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam penggunaan AI. Menurut Anders, AI seharusnya berguna untuk membantu mempercepat pekerjaan akademik. Hadirnya AI bukan menggantikan tanggung jawab peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Anders menjelaskan bahwa berbagai institusi kini mulai memanfaatkan AI untuk mendeteksi manipulasi dalam publikasi ilmiah, termasuk mendeteksi penggunaan AI yang tidak etis. Ia menilai perkembangan teknologi akan terus berjalan sehingga komunitas akademik perlu menjaga integritas dan kepercayaan dalam dunia sains secara bersama-sama.
Di akhir sesi, Anders turut menyinggung perkembangan AI agents yang ia nilai akan menjadi tren baru dalam dunia penelitian. Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi membantu pekerjaan berulang dalam riset sehingga peneliti dapat lebih fokus mengembangkan ide dan inovasi baru di bidang keilmuan.
Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto





