Selama ini, diabetes mellitus tipe 2 (T2D) kerap dipahami semata sebagai persoalan tingginya kadar gula darah. Namun, paradigma kedokteran modern mulai bergeser secara fundamental. Diabetes kini dipandang sebagai gangguan kardiometabolik sistemik, di mana jantung dan pembuluh darah menjadi taruhan utama.
Perspektif ini disampaikan oleh Dr. Hariyono, S.Kep., M.Kep. dalam webinar ilmiah internasional bertajuk 鈥淔rom Cardio Fitness to Diabetes Prevention: The Science Explained鈥 yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia bekerja sama dengan 东京热, Jumat (10/1/2026).
鈥淒iabetes dan penyakit jantung adalah dua sisi dari koin yang sama. Kita tidak bisa hanya mengontrol gula darah tanpa memperhatikan kesehatan vaskular,鈥 tegas Dr. Hariyono.
Hubungan Kardiometabolik yang Mematikan
Dalam paparannya, Dr. Hariyono mengungkap data epidemiologis yang mengkhawatirkan. Penyandang diabetes tipe 2 memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease/CVD) hingga dua kali lipat dibandingkan populasi non-diabetes.
Di sejumlah negara Eropa, termasuk Spanyol, sekitar 28鈥34 persen pasien penyakit jantung iskemik diketahui juga mengidap diabetes. Fakta ini menegaskan bahwa diabetes bukan hanya faktor risiko, tetapi bagian integral dari patologi jantung modern.
Kondisi tersebut diperburuk oleh obesitas viseral, yakni penumpukan lemak di rongga perut yang menyelimuti organ vital. Lemak ini bukan sekadar cadangan energi, melainkan organ endokrin aktif yang memproduksi sitokin proinflamasi.
Inflamasi kronis ini memicu resistensi insulin, merusak fungsi endotel pembuluh darah, serta mempercepat aterosklerosis. Konsekuensinya fatal: seorang pria berusia 60 tahun dengan diabetes dan riwayat serangan jantung diprediksi memiliki harapan hidup 12 tahun lebih pendek dibandingkan individu sehat seusianya.
Lingkar Pinggang sebagai Alarm Dini
Salah satu indikator sederhana namun krusial yang ditekankan Dr. Hariyono adalah lingkar pinggang, yang kerap diabaikan masyarakat. Berdasarkan kriteria NCEP ATP III, pria dengan lingkar pinggang di atas 102 cm dan wanita di atas 88 cm telah memasuki zona risiko sindrom metabolik.
鈥淧eriksa pinggang Anda. Lemak perut adalah alarm dini,鈥 ujarnya.
Lemak abdominal berkorelasi kuat dengan hipertensi dan dislipidemia diabetik鈥攄itandai oleh trigliserida tinggi dan kadar HDL rendah鈥攜ang bersifat sangat aterogenik dan mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah jantung.
Kebugaran Kardiorespirasi sebagai 鈥淥bat鈥
Kabar baiknya, risiko kardiometabolik tersebut bersifat modifiable atau dapat diubah. Intervensi paling kuat adalah peningkatan Kebugaran Kardiorespirasi (Cardiorespiratory Fitness/CRF).
CRF bukan sekadar ukuran performa atletik, melainkan indikator kemampuan tubuh dalam menghantarkan dan memanfaatkan oksigen secara efisien. Penurunan kebugaran fisik sering kali mendahului munculnya diabetes klinis.
鈥Kebugaran fisik adalah prediktor terkuat kesehatan kardiometabolik di masa depan,鈥 jelas Dr. Hariyono.
Aktivitas fisik teratur terbukti meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki fungsi mitokondria otot rangka, serta menekan inflamasi sistemik. Selain olahraga, pengelolaan stres, pengurangan konsumsi garam, serta penghentian merokok鈥攖ermasuk paparan asap rokok pasif鈥攎enjadi pilar pencegahan yang tidak dapat ditawar.
Pergeseran Paradigma Pengobatan Diabetes
Sejalan dengan temuan ilmiah mutakhir, dunia kedokteran kini bergerak dari pendekatan glucocentric (berfokus pada HbA1c) menuju paradigma cardiovascular events reduction. Target terapi diabetes tidak lagi sebatas menurunkan angka laboratorium, melainkan mencegah serangan jantung dan stroke di masa depan.
Webinar yang dimoderatori oleh Ms. Nur Syafiqah Rahim dari UiTM Cawangan Perlis ini menjadi pengingat reflektif: di balik setiap gaya hidup sedenter dan konsumsi berlebih, terdapat jantung yang bekerja keras menanggung beban metabolik.
Mencegah diabetes, pada akhirnya, bukan hanya soal menghindari gula鈥攎elainkan investasi jangka panjang untuk menjaga detak jantung tetap bertahan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




