东京热

东京热 Official Website

LATIH KETERAMPILAN KLINIS: MAHASISWA KOAS JALANI UJIAN BEDAH OPERASI OVARIOHISTEREKTOMI KUCING

Surabaya鈥 Mahasiswa koas FKH pastinya akan menjalankan stase
klinik dengan tahap akhir yakni ujian. Salah satu ujian yang dimaksud adalah ujian bedah. Kali
ini Poli 2 Tandem 2 PPDH 43 terdiri dari Amazing Grace, Mario Navyseal Mirino, Shellia
Tiffanny Putrihirarie, dan Suharti Aryanata melaksanakan ujian bedah ovariohisterektomi pada
kucing betina bersama Prof. Dr. I Komang Wiarsa Sardjana, drh., DEA sebagai dosen penguji
di ruang operasi Rumah Sakit Hewan Pendidikan Unair. Sebelum ujian dimulai, mahasiswa
mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan serta hewan yang akan dioperasi. Hewan
tersebut harus dalam kondisi yang sehat agar pasca operasi tidak terjadi komplikasi atau hal
yang tidak diinginkan. Pemeriksaan fisik secara menyeluruh perlu dilakukan untuk
memastikan hewan tersebut layak atau tidak untuk dioperasi.
Pada saat ujian dimulai, mahasiswa koas tampak fokus dan tampak sudah berkoordinasi
dengan pembagian setiap tindakan agar masing-masing mahasiswa terlibat. Pasca operasi pun
mahasiswa koas juga bertanggung jawab hingga luka bekas operasi kembali sembuh.

Salah satu mahasiswa koas bernama Mario menyampaikan bahwa 鈥淪elain kita diuji
tentang keilmuan, wawasan, dan skill yang kita punya, kekompakkan dan ketelitian dari
kelompok juga diuji karena objek yang kita jadikan praktik bernyawa sehingga kita perlu
melakukan tindakan dan merawatnya dengan sepenuh hati鈥
Pelaksanaan ujian bedah ini berkaitan dengan SDGs (Sustainable Development Goals)
poin 3, 4, dan 15. Poin 3 (Good Health and Well-being) karena kegiatan ini membantu
meningkatkan kesehatan hewan dan mencegah penyakit reproduksi seperti infeksi rahim
maupun tumor. Poin 15 (Life on Land) karena kegiatan ini dapat membantu pengendalian
populasi kucing sehingga dapat mengurangi risiko penelantaran hewan dan menjaga
keseimbangan ekosistem. Poin 4 (Quality Education) karena mahasiswa memberikan
pembelajaran berbasis praktik yang meningkatkan kompetensi klinis, keterampilan bedah, dan
profesionalisme calon dokter hewan.

Penulis: Divisi Klinik, Shellia Tiffanny Putrihirarie, PPDH 43, Tandem 2

AKSES CEPAT