东京热

东京热 Official Website

Dr. Adeyinka Oye Akintunde, B.Agric, M.Sc., Ph.D.: Ilmuwan Nutrigenomik dan Reproduksi Hewan dari Nigeria yang mengikuti Post Doktoral di Unair

Di sebuah ruangan yang sunyi di Ruang Laboratorium Fisiologi Reproduksi, Fakultas Kedokteran Hewan 东京热, di 东京热, terjadi diskusi serius antara seorang peneliti dari Nigeria dengan pembimbing ost-doktoralnya, Prof. Dr. Imam Mustofa, drh., M.Kes. Diskusi itu mematangkan penulisan artikel ilmiah yang ditargetkan terbit di jurnal Scopus To tier, yaitu jurnal dengan peringkat presentil lebih dari 90%. Penelitian sudah dimulai sejak tanggal 25 Nopember 2025 di Nigeria. Artikel tersebut diharapkan merupakan terobosan yang menjembatani ilmu dasar dan solusi nyata untuk peternak. Dr. Adeyinka Oye Akintunde, B.Agric, M.Sc., Ph.D., dosen Ilmu Ternak di Babcock University yang kini menempuh postdoktoral di Unair, adalah sosok yang perjalanan ilmiahnya menggambarkan bagaimana riset molekuler bisa berdampak langsung pada produktivitas ternak dan ketahanan pangan.

Perjumpaan penting dalam karier Dr. Yinka, terjadi pada 26 Agustus 2022 ketika ia menghubungi Prof. Imam Mustofa untuk bimbingan tentang fisiologi reproduksi hewan. Dari dialog melalui email itu lahir sebuah 鈥減ohon penelitian鈥, suatu analogi yang kemudian menjadi peta jalan pengembangan keahliannya. Dalam skema itu, akar mewakili penelitian fundamental yang menjadi fondasi pengetahuan; batang adalah penelitian terapan yang menyalurkan temuan dasar menjadi solusi; sedangkan daun dan buah adalah produk nyata bagi masyarakat dan negara. Analogi ini tidak sekadar retorika: ia menuntun Adeyinka menulis artikel review, riset, dan membangun jaringan kolaborasi internasional.

Jejak akademik Adeyinka menunjukkan kombinasi pendidikan dan pengalaman praktis: gelar B.Agric dengan predikat First Class, M.Sc dalam Ilmu Ternak, serta Ph.D dalam Produksi Ternak dengan fokus nutrigenetika dan fisiologi. Sejak 2019 ia mengajar di Babcock University, sambil aktif meneliti nutrigenomik, reproduksi hewan, dan omics semen (proteomik, metabolomik, lipidomik). Karyanya banyak bersinggungan dengan pemanfaatan tanaman lokal sebagai suplemen pakan, optimasi extender semen, dan teknik kriopreservasi, tema yang berulang dalam daftar publikasi dan proyek kolaboratif lintas negara.

Salah satu proyek menonjol adalah studi metabolomik cadangan sperma sebagai biomarker potensi fertilitas pada ayam ecotype Yoruba, sebuah usaha kolaboratif antara peneliti dari Nigeria, Indonesia, dan Pakistan yang didukung Dana Abadi Pendidikan Indonesia (LPDP) melalui program EQUITY. Inisiatif seperti ini mencerminkan pendekatan integratif Adeyinka: menggabungkan transcriptomik, proteomik, lipidomik, dan metabolomik untuk mengurai faktor-faktor molekuler yang menentukan kualitas reproduktif. Pendekatan multidimensi ini memungkinkan identifikasi biomarker spesifik yang dapat dipakai untuk seleksi pejantan unggas dan pengembangan extender semen berbasis metabolomik.

Dampak terapan dari penelitian Adeyinka sudah mulai terlihat. Beberapa temuan praktik yang disebutkan termasuk penggunaan suplemen bernama Uromaiz yang meningkatkan kualitas semen pada kambing lokal WAD, serta efek positif ekstrak Parquetina nigrescens dan Ocimum gratissimum sebagai antioksidan yang memperbaiki performa reproduksi unggas. Penelitian lain pada nanopartikel teh hijau dan penambahan faktor protektif seperti HSP70 menunjukkan kemajuan pada protokol kriopreservasi, memperbaiki kualitas spermatozoa pasca-thaw鈥攖emuan penting bagi penyimpanan genetik dan program pemuliaan.

Produktivitas penelitian Adeyinka juga tercermin dari perkembangan akademik dan sitasi: dari belum memiliki akun Scopus menjadi H-index 5 dengan 67 dokumen terindeks dan total 121 artikel. Banyak dari publikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan pembimbingnya, Prof. Imam Mustofa, menegaskan bagaimana mentorship yang strategis mempercepat pengembangan ilmuwan muda. Selain meneliti, Adeyinka aktif mengajar berbagai mata kuliah inti dan lanjutan di bidang nutrisi, fisiologi reproduksi, biokimia pakan, dan inseminasi buatan, serta membimbing banyak tugas akhir dan tesis.

Apa arti semua temuan ini bagi peternak dan pembuat kebijakan? Pertama, riset nutrigenomik dan biomarker reproduksi membuka peluang seleksi pejantan berdasarkan indikator molekuler, sehingga program perkawinan bisa lebih efisien dan hasilnya lebih handal. Kedua, pengembangan extender semen yang disesuaikan dengan profil metabolomik dapat meningkatkan keberhasilan kriopreservasi, memudahkan distribusi material genetis unggas dan ruminansia tanpa harus memindahkan hewan hidup. Ketiga, validasi intervensi berbasis tanaman lokal鈥攜ang terjangkau dan mudah diakses鈥攎emberi solusi praktis bagi peternak skala kecil yang sering menghadapi keterbatasan sumber daya.

Kisah Adeyinka juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi internasional. Dukungan beasiswa APD (2023鈥2025) dan pendanaan LPDP (2025鈥2026) memungkinkan proyek lintas negara yang memadukan keahlian berbeda, mulai dari biokimia semen hingga nutrisi pakan alternatif seperti Moringa dan pepaya. Kolaborasi ini mempercepat transfer teknologi dan adaptasi hasil riset ke konteks lokal, sekaligus membangun kapasitas ilmiah di institusi mitra. Jika analogi pohon penelitian adalah panduan, maka Adeyinka kini sedang menumbuhkan batang yang kuat dari akar-akar ilmiah yang kokoh, menunggu daun dan buah yang dapat dipanen oleh peternak dan pembuat kebijakan. Jejak publikasi dan keterlibatannya di berbagai asosiasi profesional menegaskan peranannya sebagai jembatan antara ilmu dasar dan aplikasi lapangan鈥攌ontribusi penting bagi pengelolaan sumber daya genetika ternak dan upaya ketahanan pangan global.

Dengan semangat eksperimen yang ditempa oleh mentorship, kolaborasi, dan fokus pada solusi yang aplikatif, perjalanan ilmiah Adeyinka Oye Akintunde menunjukkan bahwa penelitian molekuler bukanlah sesuatu yang terasing di balik mikroskop, melainkan akar yang memberi kehidupan bagi inovasi yang menguntungkan peternak, masyarakat, dan masa depan produksi pangan.

Penulis 听听听听听听听听听听 : Prof. Dr.听Imam听Mustofa drh., M.Kes.

Disunting听听听听听听 : Prof. Dr. Sri Pantja Madyawati, drh., M.Si. (Ketua Divisi Reproduksi Veteriner) dan drh. Fitriani Sultan

 

AKSES CEPAT