¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

From Study Group to Top Score: Mahasiswa PPDGS Penyakit Mulut FKG UNAIR Raih Nilai Tertinggi 1 SOOCA di UKOMNAS Penyakit Mulut 2026

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui pelaksanaan Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Penyakit Mulut yang diselenggarakan pada 6–7 Juli 2026 di Surabaya. Sebagai tuan rumah, FKG UNAIR tidak hanya sukses menyelenggarakan ujian secara lancar, tertib, dan objektif, tetapi juga berhasil mengantarkan para mahasiswanya meraih prestasi gemilang. Salah satu capaian terbaik diraih oleh drg. Sri Dewanthy Putri, yang berhasil memperoleh Nilai Tertinggi 1 SOOCA (Student Objective Oral Case Analysis) pada UKOMNAS PPDGS Penyakit Mulut tahun 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen FKG UNAIR dalam mencetak dokter gigi spesialis yang unggul, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

UKOMNAS diikuti oleh 16 peserta dari empat institusi penyelenggara pendidikan spesialis penyakit mulut di Indonesia, yaitu ¶«¾©ÈÈ (UNAIR), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS). Dari jumlah tersebut, enam peserta merupakan mahasiswa PPDGS Penyakit Mulut FKG UNAIR. Melalui penilaian yang terstandar secara nasional, peserta diuji tidak hanya pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, penalaran klinis, pengambilan keputusan berbasis bukti, serta profesionalisme sebagai dokter gigi spesialis.

Keberhasilan meraih Nilai Tertinggi 1 SOOCA merupakan hasil dari proses belajar yang konsisten, disiplin, dan terarah. Persiapan dilakukan dengan memperkuat pemahaman konsep dasar, mempelajari pedoman klinis terkini, serta membiasakan diri menganalisis soal berbasis kasus. Salah satu strategi yang dinilai sangat efektif adalah belajar bersama teman sejawat melalui diskusi foto-foto kasus klinis, pembahasan case report, evaluasi alur diagnosis, hingga saling berbagi pengalaman dalam tata laksana pasien yang pernah ditangani selama pendidikan. Metode belajar kolaboratif ini membantu memperluas sudut pandang klinis, mengasah kemampuan analisis, serta memperkuat pengambilan keputusan yang tepat sesuai prinsip evidence-based dentistry. Selain itu, menjaga kondisi fisik, mengatur waktu belajar secara konsisten, beristirahat yang cukup, serta konsumsi multivitamin sebelum ujian juga menjadi faktor penting untuk menjaga performa tetap optimal.

Capaian yang diraih drg. Sri Dewanthy Putri mencerminkan sinergi yang kuat antara dedikasi mahasiswa, bimbingan para dosen, serta lingkungan akademik FKG UNAIR yang kondusif dalam mendukung proses pembelajaran. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi, tetapi juga semakin memperkuat posisi PPDGS Penyakit Mulut FKG UNAIR sebagai salah satu pusat pendidikan spesialis penyakit mulut terdepan di Indonesia. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, menjunjung tinggi profesionalisme, dan memberikan kontribusi terbaik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.

AKSES CEPAT