UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) menandatangani (memorandum of understanding) MoU pengembangan teknologi kesehatan dengan RSUD Haji Provinsi Jawa Timur (Jatim). Penandatangan tersebut bersamaan dengan peluncuran inovasi Haji C-AIRRe (Collaborative Artificial Intelligence & Robotic Research Innovation Ecosystem in Healthcare). Kegiatan tersebut terselenggara di Ruang Serambi Mekkah Lantai 2, RSUD Haji Provinsi Jatim, Manyar Kertoadi, Surabaya pada Rabu (15/7/2026).
Hadir dalam penandatanganan MoU dan peluncuran Haji C-AIRRe, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin; Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis (EEPB) Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi; Dekan Fakultas Sains dan Teknologi () Prof Dr Miratul Khasanah MSi; dan perwakilan Airlangga Business Community Myrna Sawitri. Penandatanganan MoU dengan pihak RSUD Haji Provinsi Jatim dilakukan oleh Wakil Rektor EEPB Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi dan Dekan FST UNAIR Prof Dr Miratul Khasanah MSi.
Optimalkan Kinerja Rumah Sakit
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara institusi pendidikan, yakni UNAIR dan ITS, dengan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis artificial intelligence (AI). Pengembangan inovasi berbasis AI untuk mengoptimalkan kinerja rumah sakit tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi dan kolaborasi.
Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa AI saat ini telah menjadi sebuah kemajuan yang tidak dapat terhindari. Untuk itu, perlu adaptasi di berbagai lini. 鈥淎I ini sebuah revolusi yang sedang berjalan di dunia. Maka dari itu, bagaimana caranya kita bisa masuk ke dalam ekosistem AI tersebut sehingga bisa menjadi top of mind di sana,鈥 ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa dalam pengembangan hingga hilirisasinya, kolaborasi lebih lanjut dengan perguruan tinggi juga perlu untuk menyusun roadmap yang jelas. 鈥淢udah-mudahan jika sudah ada roadmap bisa menjadi justifikasi faskes (fasilitas kesehatan, red) untuk mengakuisisi alat-alat seperti ini. Roadmap bisa disusun dengan kampus sehingga kita bisa tahu sejauh mana penggunaan alat-alat ini, sehingga bisa terstandarisasi,鈥 tekannya.
Atasi Persoalan Rumah Sakit
Direktur RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, dr Tauhid Islamy SpOG SubspKFm menuturkan bahwa terbentuknya kerja sama mewujudkan Haji C-AIRRe ini berlatar belakang dari banyaknya persoalan dan tantangan yang rumah sakit hadapi. Ia menyadari bahwa rumah sakit harus secara konsisten memberikan pelayanan prima untuk masyarakat. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa sumber daya manusia juga kerap menjadi kendala. Sehingga, integrasi dengan teknologi menjadi jalan yang mereka pilih.
鈥淯ntuk itu, kami membentuk sebuah ekosistem. Yang kami pamerkan bukanlah end-product melainkan ekosistem risetnya dengan UNAIR dan ITS. Hal ini harapannya dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di rumah sakit,鈥 tuturnya.
Terdapat lima produk berbasis AI dan digitalisasi unggulan yang diluncurkan. Antara lain Ai MINA untuk deteksi dini potensi gagal bayar klaim BPJS, iBrain2u sebagai asisten radiologi interpretasi imaging otak, Cashierless, Haji Gasspol, Haji Care Chatbot, dan produk pengembangan AI lainnya yaitu AI Mikroskop TBC Paru dan AI X-Minibus Rehabilitasi medik pascastroke. Direktur RSUD Haji berharap, semua produk inovasi tersebut dapat terhilirisasi dan ke depannya akan muncul lebih banyak produk inovasi kolaborasi.
Inisiatif kerja sama tersebut menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekosistem inovasi. RSUD Haji Provinsi Jawa Timur berperan working laboratory, perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, industri sebagai mitra hilirisasi, dan pemerintah sebagai penggerak kolaborasi. Sinergi tersebut yang akan mempercepat lahirnya solusi kesehatan yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Penulis: Yulia Rohmawati





