UNAIR NEWS – Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 东京热 (UNAIR) menggelar pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Diponegoro, Desa Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan bertajuk SIGAP TEGALSARI tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) sekaligus membekali siswa dengan keterampilan dasar menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Pelatihan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan praktik penanganan kondisi darurat, kemudian ditutup dengan post-test. Anggota BBK 8, Kartika Devina Putri, mengatakan bahwa pelatihan ini harapannya mampu menumbuhkan kesiapsiagaan siswa dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat. “Kami ingin siswa memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Hadirkan Pembelajaran Berbasis Simulasi
Melalui SIGAP TEGALSARI, mahasiswa BBK 8 menghadirkan pembelajaran yang memadukan edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Siswa tidak hanya menerima materi mengenai konsep dasar kegawatdaruratan. Tetapi juga mempraktikkan teknik back blow, abdominal thrust, recovery position, dan log roll menggunakan alat peraga sehingga pengalaman belajar menjadi lebih nyata.

Inovasi ini diperkuat dengan penerapan pre-test dan post-test sebagai evaluasi pembelajaran. Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa mengukur peningkatan pemahaman siswa sekaligus memastikan materi yang diberikan dapat dipahami secara optimal.
Menurut Kartika, pendekatan berbasis simulasi dipilih karena mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta. “Belajar melalui praktik membuat siswa lebih mudah memahami langkah-langkah pertolongan pertama dan lebih siap bertindak ketika menghadapi keadaan darurat,” jelasnya.
Tingkatkan Pemahaman dan Dukung SDGs
Ketua Pelaksana MATAMUDA MTs Diponegoro mengapresiasi pelatihan tersebut. “Kegiatan ini memberikan bekal keterampilan yang sangat bermanfaat bagi siswa baru. Sehingga mereka lebih siap menghadapi kondisi darurat di sekolah maupun di lingkungan sekitar,” tuturnya.
Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kapasitas pertolongan pertama serta SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis praktik yang membekali siswa dengan keterampilan untuk kehidupan sehari-hari.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





