UNAIR NEWS 鈥 东京热 (UNAIR) melalui Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual () menyelenggarakan CASE-UNAIR Journal Strategy Workshop 2026 pada Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sriwijaya, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Workshop ini menghadirkan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (RICD) Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPDKGEH PhD FINASIM. Dalam pemaparannya yang bertajuk Learn the UNAIR Blueprint for Navigating Governance and Policy in Scopus Indexing, ia menyoroti tantangan perkembangan jurnal ilmiah Indonesia di tingkat internasional.
Prof Miftah menjelaskan bahwa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki jumlah jurnal ilmiah yang cukup tinggi. Namun, sebagian besar jurnal tersebut masih terkonsentrasi pada kuartil menengah hingga bawah, baik pada bidang STEM maupun sosial humaniora. 鈥淛umlah jurnal yang besar harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan dampak publikasi ilmiah,鈥 ujarnya.
Strategi Tingkatkan Kualitas Jurnal
Lebih lanjut, Prof Miftah menguraikan berbagai langkah strategis yang UNAIR lakukan untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan jurnal ilmiah. Upaya tersebut meliputi pendampingan jurnal, pelatihan dan workshop, penguatan kualitas publikasi, hingga peningkatan visibilitas internasional.

Selain itu, UNAIR juga terus mengembangkan infrastruktur digital dan memperkuat dukungan open access untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah. UNAIR turut melakukan monitoring dan evaluasi berkala serta membangun kolaborasi internasional guna memperluas jejaring publikasi ilmiah.
Ia menegaskan bahwa penguatan etika publikasi dan integritas akademik menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas jurnal ilmiah. 鈥淜eberlanjutan jurnal tidak hanya bergantung pada kuantitas publikasi, tetapi juga pada konsistensi kualitas yang terjaga,鈥 tuturnya.
Enam Prinsip Menuju Scopus Indexing
Prof Miftah juga menjelaskan enam prinsip utama yang perlu jurnal terapkan untuk mencapai indeksasi Scopus. Prinsip tersebut meliputi penguatan tata kelola jurnal, peningkatan performa sitasi, penguatan etika publikasi, peningkatan keberagaman internasional, pengembangan dokumen sekunder, serta konsistensi penerbitan.
Menurutnya, seluruh prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun jurnal yang kredibel, berkelanjutan, dan memiliki pengakuan global. 鈥淛urnal ilmiah harus mampu menjaga kualitas sekaligus membangun dampak akademik yang kuat di tingkat internasional,鈥 pungkasnya.
Prof Miftah menegaskan bahwa workshop tersebut menjadi momentum bagi para pengelola jurnal, peneliti, dan civitas academica untuk bersama-sama memperkuat strategi publikasi ilmiah UNAIR dari tingkat nasional menuju ranah global. 鈥淜ita harus membangun jurnal yang berkualitas dan memberi dampak akademik yang kuat di tingkat internasional,鈥 pungkasnya.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





