UNAIR NEWS 鈥 Tim mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR berhasil cetak prestasi membanggakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Quran (LKTIQ) yang diselenggarakan oleh PMM UNDHIKSA dalam ajang Al-Hikmah Competition, Universitas Pendidikan Ganesha, Bali pada Sabtu (03/05/2026). Tim bernama jojoran 3 tersebut beranggotakan Cynthia Saphira Puteri dan Muhammad Miftakhul Nizar dari Departemen Ekonomi Islam, dan Muhammad Naufal Fauza dari Departemen Akuntansi. Mereka membawakan inovasi pada bidang investasi syariah pada industri tekstil.
Kolaborasi Wakaf dan Teknologi
Karya tulis berjudul Li Kay La Yakuna Dulatan: Blueprint Ecosystem Wakaf CWLS Berbasis Machine Learning dan Blockchain Guna Realisasi UMKM Tekstil Menuju SDGs 2030. Karya ini menawarkan ekosistem wakaf digital modern yang terintegrasi dengan komponen Cash Wakaf Link Sukuk (CSWLS) sebagai instrumen investasi syariah, dengan machine learning untuk menilai kelayakan UMKM secara otomatis, serta bantuan teknologi blockchain untuk menjamin pencatatan transaksi wakaf.
Ide ini berangkat dari keprihatinan tim terhadap sulitnya akses modal bagi UMKM bidang tekstil di era gempuran produk impor. Selain itu, potensi wakaf Indonesia yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Harapannya. melalui riset ini generasi muda dapat berpartisipasi dalam gerakan wakaf produktif. 鈥淧otensi wakaf yang ada di Indonesia itu juga belum optimal, maka dari itu solusi yang kami tawarkan adalah pengembangan ekosistem wakaf digital modern,鈥澛 ujar Cynthia.
Cara kerja ide ini bermula ketika masyarakat berwakaf聽uang melalui sebuah platform. Dana tersebut ditempatkan pada sukuk melalui CWLS. Hasil pengelolaan akan kemudian melalui proses penilaian oleh sistem kecerdasan buatan untuk menentukan UMKM yang layak menerima pembiayaan. Seluruh transaksi tersebut tercatat oleh blockchain sehingga pewakaf dapat memantau secara langsung perkembangan dana wakaf.
Industri Tekstil sebagai Tujuan Inovasi
Sektor tekstil menjadi sasaran bukan tanpa alasan. UMKM tekstil di Indonesia adalah penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Akan tetapi, kondisi UMKM tersebut semakin terhimpit karena maraknya produk impor dengan harga yang lebih rendah. Akibatnya, produk lokal mengalami kekalahan dalam bersaing dan keuntungan pelaku UMKM semakin menurun. Lebih parah, UMKM akan mengalami stagnasi karena kekurangan modal.
Dengan mengalirkan dana wakaf melalui platform berbasis teknologi kepada UMKM secara langsung, tim berharap wakaf tidak lagi sekadar aset pasif. Melainkan bisa menjadi ekosistem yang produktif dan berdampak bagi masyarakat. Menurut Cynthia, kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs pada poin 1, 8, dan 10.
Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





