
Pernahkah Anda mendengar tentang kondisi “tulang rapuh” pada anak? Dalam dunia medis, kondisi genetik langka ini disebut Osteogenesis Imperfecta (OI). Karena adanya mutasi pada kolagen (protein pembentuk struktur tulang), anak-anak dengan OI memiliki tulang yang sangat rapuh dan sangat rentan mengalami patah tulang, bahkan hanya karena benturan ringan yang biasanya tidak berbahaya bagi anak lain.
Sebuah penelitian terbaru di Jawa Timur mengamati 24 anak penderita OI (mayoritas adalah anak laki-laki dengan tipe OI derajat berat atau Tipe III). Penelitian ini mengevaluasi penggunaan obat bernama Zoledronic Acid serta melihat bagaimana peran zat gizi seperti Vitamin D dan Kalsium dalam membantu kekuatan tulang mereka. Penelitian menemukan bahwa durasi pengobatan dan jumlah siklus pengobatan yang lengkap menjadi penentu utama keberhasilan. Semakin lama dan rutin anak menjalani terapi ini, peluang perbaikan kepadatan tulangnya akan jauh lebih besar.
Meskipun obat zoledronic acid bekerja sangat baik untuk mengunci mineral di dalam tulang, obat ini tidak bisa bekerja sendirian. Tulang tetap membutuhkan bahan baku utamanya, yaitu Kalsium dan Vitamin D (yang bertugas membantu penyerapan kalsium di tubuh). Kalsium adalah batu bata utama yang membentuk dan menjaga kekuatan struktur tulang serta gigi kita. Tanpa kalsium yang cukup, tulang akan menjadi keropos, rapuh, dan mudah patah. Ibarat batu bata, Vitamin D adalah semennya. Tanpa Vitamin D yang cukup, kalsium yang Anda konsumsi dari makanan atau suplemen tidak akan bisa diserap oleh tubuh secara maksimal dan akhirnya terbuang sia-sia.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah kekurangan kedua zat tersebut. Memenuhi asupan vitamin D dapat dilakukan dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10–15 menit, serta konsumsi makanan seperti ikan berlemak (salmon/tuna), kuning telur, dan jamur. Sementara itu, asupan kalsium dapat dipenuhi dengan cara mengonsumsi susu, keju, yoghurt, tahu, tempe, serta sayuran hijau seperti brokoli dan kangkung.
Kesimpulannya, kekuatan tulang adalah hasil kerja sama yang utuh. Obat-obatan dan kalsium terbaik sekalipun tidak akan bekerja optimal tanpa kehadiran Vitamin D yang cukup. Mari bangun kesadaran bersama untuk selalu menyeimbangkan asupan nutrisi demi kualitas hidup dan tulang yang lebih sehat
Penulis: Nabilah Wairooy
Baca Selengkapnya Jurnal :





